intens.news
Mitra Informasi

Pasrah Gagal Berangkat ke Tanah Suci

0 41

Adanya wabah Virus Corona atau Covid-19 membuat keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) di Indonesia tahun 2020/1441 Hijriah batal diberangkatkan.

Seperti dilansir di Kompas, Kementerian Agama memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan CJH ke Tanah Suci yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini. Keputusan pembatalan ini bukanlah pertama kali yang diambil Kementerian Agama sejak republik ini berdiri pada 1945.

Menurut Menteri Agama Fachrul Razi, Indonesia pernah membatalkan pemberangkatan ibadah haji pada 1947-1948 atau pada saat agresi militer Belanda ketika itu.

Indonesia juga pernah menutup karena pertimbangan masalah agresi. Menteri Agama Fathurrahman Kafrawi mengeluarkan Maklumat Kemenag Nomor 4/1947 tentang Penghentian Ibadah Haji di Masa Perang.

Keputusan pembatalan pemberangkatan haji tahun ini disebabkan merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan Arab Saudi.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga 2 Juni, terdapat 87.142 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Saudi. Dari jumlah tersebut, 525 orang di antaranya meninggal dunia.

Kendati hingga kini belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji, tetapi negara kerajaan itu diketahui juga pernah membatalkan pelaksanaan ibadah tersebut beberapa waktu lalu.

Salah satu pertimbangan pembatalan tersebut yakni pemerintah ingin memastikan keselamatan dan kesehatan calon jemaah. Hal tersebut guna meminimalisasi potensi penyebaran Covid-19 ketika mereka menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Di Sumsel sendiri, setidaknya ada ribuan CJH yang batal berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan rukun Islam yang ke lima ini. Banyak cerita pilu dari para CJH yang gagal berangkat. Salah satunya dari PNS di Palembang yakni Revi Indra salah satu CJH.

Menurut, Pegawai Negeri Sipil (PNS) berusia 56 tahun ini, dirinya telah menyisihkan tabungannya sejak tahun 2012, atau 8 tahun lalu. Bahkan dirinya mengaku sudah melakukan manasik haji bersama KBIH Miftahussalam tempat dimana dirinya dan istri mendaftar pergi haji.

Revi menjelaskan, guna menggapai impian untuk menunaikan rukun Islam ke lima bersama istrinya tersebut. Selain menyisihkan uang dari sisa gajinya sebagai PNS untuk tabungan haji, dirinya telah melakukan setorkan pertama sebesar Rp 25 Juta per orang, dan sisanya baru akan di lunasi tahun ini.

Ada lagi, Seorang calon jamaah haji tahun 2020 asal Kota Lubuklinggau, Rifin (58) begitu mendengar pengumuman Menteri Agama Fachrul Razi dibatalkannya penyelenggaraan Ibadah Haji 2020 tetap Istiqomah dan berusaha Ikhlas.

Menurut Rifin, keputusan ini sebenarnya dirasa berat bagi para calon jamaah haji 2020, termasuk dirinya, namun tetap dia syukuri karena buatnya menghindari mudarat lebih utama dibanding manfaat, apalagi dalam situasi pandemi virus corona yang juga melanda Arab Saudi.

Dengan demikian, mau dibilang apalagi, mau tidak mau, suka tidak suka, para CJH harus berlapang dada adanya keputusan ini. Meski sudah bertahun-tahun impian ke Tanah Suci Mekkah sudah dielu-elukan. Sejatinya, adanya peristiwa ini tinggal mencari hikmahnya saja. Semoga Corona di dunia terkhusus di Indonesia cepat berlalu, sehingga para CJH bisa berangkat di tahun berikutnya. Walahu A’lam. (**)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More