intens.news
Mitra Informasi

Pelabuhan bongkat muat barang dibuat bongkar ikan, Agus Purwanto Angkat Suara

0 39

Pelabuhan bongkar muat Tanjung wangi Desa Ketapang Banyuwangi selain itu juga dijadikan tempat sandar kapal ikan dari Pekalongan.

Setiap hari ratusan ton ikan hasil tangkapan dimuat menggunakan kapal ikan yang terbuat dari kayu, padahal pelabuhan tersebut adalah pelabuhan bongkar muat seperti kapal kargo, kapal angkut pupuk, kapal angkut beras dan lain lain.

Pelabuhan sandar kapal ikan sudah ada di Muncar Banyuwangi disitu dilengkapi TPI ( tempat pelelangan ikan ) untuk memudahkan para nelayan melakukan aktifitas bongkar ikan serta mempermudah nelayan transaksi jual beli ikan.

Pelabuhan Tanjung wangi Ketapang Banyuwangi tidak dilengkapi dengan TPI ( tempat pelelangan ikan) mereka yang bersandar kapalnya dan bongkar ikan langsung menimbang ikan hasil tangkapan dan di angkut menggunakan truck thermoking selanjutnya dibawa ke cold storage ikan daerah Banyuwangi untuk diproses lebih lanjut.

Melimpahnya hasil tangkapan ikan yang melalui pelabuhan Tanjung wangi tidak membuahkan hasil untuk Masyarakat Banyuwangi, karena meskipun sebanyak apapun hasil tangkapan ikan mereka tidak bayar retribusi ke Pemerintah Daerah Banyuwangi terbentur dengan peraturan sehingga tidak bisa memungut retribusi.

Melihat hal tersebut LSM KAMPAK EMAS RI DPD JATIM melalui Agus Purwanto yang akrab disapa Agus Pecok selaku Koordinator team investigasi angkat bicara,” Kapal ikan yang sandar di pelabuhan tanjungwangi Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi sejak dahulu diperkirakan sudah mencapai jutaan ton ikan hasil tangkapan yang dibongkar di pelabuhan tanjungwangi, akan tetapi Masyarakat Banyuwangi hanya bisa melihat saja karena tidak ada retribusi yang masuk ke kas Pemerintah Daerah kabupaten Banyuwangi mestinya apabila ada retribusi tentunya bisa menambah PAD ( pendapatan asli daerah ) dan Masyarakat Banyuwangi bisa menikmatinya lewat hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah istilahnya dari Rakyat kembali ke Rakyat yang menikmatinya, dalam waktu dekat kami akan bersurat lewat lembaga LSM KAMPAK EMAS RI DPD JATIM kepada instansi terkait baik dinas Provinsi maupun Kabupaten Banyuwangi agar dibuat suatu aturan yang memperbolehkan pungutan retribusi sehingga masuk PAD Banyuwangi kami sangat berharap retribusi ikan yang bongkar di pelabuhan Tanjungwangi ada retribusi supaya tidak mubasir,” harap Agus Pecok.

Puwarta: Raden

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More