intens.news
Mitra Informasi

Pembelajaran Tatap Muka Diperbolehkan Asal Bukan Dilevel IV

0 2

Intensnews,PALEMBANG-Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Hj RA Anita Noeringhati mendukung rencana Pembelajaran Tatap Muka, bagi daerah yang tidak memberlakukan PPKM Level 4.Hal itu dikatakan Anita Noeringhati, Senin (23/8/2021).

Menurut Anita, keberadaan Covid-19 masih sangat berbahaya dan sudah seharusnya warga tetap waspada dan meningkatkan imun tubuh agar terhindar dari penyakit mematikan tersebut. Namun, kondisi dunia Pendidikan yang seharusnya tetap berjalan normal, membutuhkan akselerasi yang baik agar Pendidikan dapat tetap berjalan dengan normal.

“Tidak semua daerah diberlakukan PPKM Level 4. Bagi daerah yang ada di zona orange harus segera laksanakan tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Anita.

Menurut Anita, dalam beberapa kali kesempatan turun ke sekolah-sekolah yang ada di Sumsel dirinya melihat keseriusan pihak sekolah dalam mempersiapkan sarana dan prasarana guna menunjang pelaksanaan PTM.

Anita menegaskan, sekolah tatap muka sangat dibutuhkan para siswa dalam rangka menunjang social quality.

“Para siswa juga pastilah ada semacam kerinduan untuk dapat bercengrama lagi dengan kawan-kawan mereka. Selain karena memang kendala selama ini terutama di daerah tidak semua siswa bisa mendapatkan sinyal yang bagus untuk belajar daring,” kata dia.

Meski begitu, Anita tak menampik semua kebijakan apakah akan diberlakukan PTM atau tetap daring tergantung hasil evaluasi pusat. Karena, sebagai masyarakat awam pastinya berharap agar PPKM ini tidak lagi diperpanjang karena ekonomi juga harus tetap bergerak.

Sementa Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Riza Fahlevi mengatakan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari awal empat menteri sudah menyatakan silakan  pembelajaran tatap muka terbatas pada 12  Juli 2021.

“Pada prinsipnya, orang tuanya sudah mengizinkan betul untuk tatap muka, dengan adanya surat pernyataan hitam diatas putih, mereka siap  bertangung jawab bersama sekolah. Jangan sampai ketika ada cluster baru di sekolah, orang tua menyalahkan guru, dan sekolah,” ujarnya.

Riza Fahlevi menuturkan, sudah sebagian daerah yang melaksanakan PTM terbatas dengan prokes yang sangat ketat. “Sekolah yang sudah melaksanakan PTM itu melaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Karena dalam satu kelas, siswa yang ikut PTM hanya setengah dari jumlah siswa. Sehingga kehadiran siswa dibuat bergantian, sehingga tempat duduk siswa dibuat berjarak. Intinya seluruh yang ada dalam lingkungan sekolah wajib menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More