intens.news
Mitra Informasi

Pemeran Viral nya video Salam Dari Banyuwangi Melakukan Klarifikasi Di kantor Pemkab

0 235

INTENSNEWS. Banyuwangi – Beredarnya video Salam dari Banyuwangi, saat ini mendapatkan respon prokontra multitafsir dari masyarakat Banyuwangi.

La Lati SH, pemeran dalam video bertema Salam dari Banyuwangi, pada 14/1/2022 mendatangi Kontor Pemkab Banyuwangi dan menghadap Sekda kabupaten Banyuwangi, untuk melakukan klarifikasi terkait kronologis pembuatan video tersebut, yang saat ini viral dan menjadi sorotan publik.

Dalam klarifikasi La Lati.SH menjelaskan: “Video tersebut merupakan rangkaian video yang saling berurutan satu sama yang lainnya bertujuan sebagai warning bagi Pemda Banyuwangi, bahwa Di Banyuwangi peredaran miras sudah stadium 4, peredaran miras dimana toko-toko miras ada di dekat-dekat tempat peribadatan masjid, gereja. Sarana pendidikan, bahkan ada toko miras di samping kantor desa,”ungkap La lati SH.

Lanjut La Lati SH. “videonya bertujuan agar ada sikap dari pemda banyuwangi untuk mengambil sikap tegas atas maraknya peredaran miras di kab. Banyuwangi,

“Disini saya jelaskan kepada masyarakat bahwa saya sebagai Pengacara dari masyarakat penolak miras, saya juga yang melaporkan tentang maraknya peredaran miras pada Polresta Banyuwangi,

“Saya lah yang melakukan hearing di DPRD Banyuwangi untuk menolak miras di Banyuwangi,

“Saya lah orang yang melakukan hearing di dinas perizinan agar ada pembatasan prodak dan pembatasan tempat-tempat penjualan miras.

“Saya lah orang yang melakukan hearing dengan Satpol PP untuk melakukan penutupan miras yang ada di banyuwangi, dan telah terbukti ada toko miras yang di tutup oleh Satpol PP, ada videonya.”terang La Lati.

Masih kata La Lati SH. “Saya lah sebagai pelopor yang mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan surat pernyataan sikap dari MUI agar pemda Banyuwangi membatasi peredaran miras.”tukasnya.

Di akhir klarifikasinya La lati SH meminta maaf kepada masyarakat banyuwangi dan Pemkab banyuwangi :

“Apabila ada kalimat yang multitafsir dalam video tersebut saya minta maaf kepada masyarakat banyuwangi dan juga pemerintah Daerah Bayuwangi,
Dan hal itu saya sudah sampaikan secara langsung kepada Sekda Kabupaten Banyuwangi.”ungkapnya.

Lanjut La Lati SH. “Hari ini saya tegaskan, mari kita bersama-sama melakukan sikap penolakan atau setidaknya ada pembatasan jual beli miras.” tutupnya. (Raden)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More