intens.news
Mitra Informasi

Pemerintah Perpanjang Status Siaga Karhutla di Sumsel

0 32

Intens.news, PALEMBANG – Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) memperpanjang status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumsel, Elbaroma saat webinar yang diselenggarakan Badan Meteorlogi, Klimatologi dan Geofisika di Palembang.

Dikatakannya, siaga Karhutla telah diminta untuk diperpanjang oleh pemerintah pusat. Kekinian, pemerintah daerah tengah menindaklanjuti instruksi perpanjangan status siaga karhutla tersebut.

“Status siaga karhutla diperkirakan akan diperpanjang. Karena dalam beberapa hari lalu, Ibu Menteri KLHK menerbitkan surat guna memperpanjang status karhutla tersebut, termasuk di Sumsel,” ungkapnya Rabu, (21/10/2020).

Ia mengatakan, perpanjangan status karhutla ini akan menjadi pertimbangan pemerintah sekaligus tim gugus tugas, termasuk TNI-Polri untuk tetap siaga di lapangan mencegah terjadinya karhutla.

“Kami tengah kaji, surat intruksi itu. Tim gugus tugas masih bersiaga untuk status siaga karhutla,” ujarnya.

Berdasarkan pengalamannya, siaga karhutla ditekankan di wilayah rawan seperti halnya Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Kekinian BPBD Sumsel menyatakan telah menangani bencana karhutla sekaligus banjir, akibat musim pancaroba dari musim kemarau menuju musim hujan.

Banjir di Sumsel sudah terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang merupakan banjir kiriman dari OKU Selatan sedangkan banjir di kota Lubuklinggau ialah banjir kiriman dari Provinsi Bengkulu.

“Upaya siaga ialah upaya penting mitigasi bencana, guna menekan korban sekaligus kerugian yang besar. Pemetaan akan wilayah rawan sudah terlebih dahulu dilaksanakan sebagai upaya siaga,” terangnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More