intens.news
Mitra Informasi

Pemkab Empat Lawang Berencana Ajukan Pinjaman ke BSB Sebesar Rp 147 Miliar

0 209

Intens.news, EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang berencana mengajukan pinjaman Daerah ke Bank Sumsel-Babel (BSB) sebesar Rp 147 Miliar. 

Dana pinjaman tersebut salah satunya akan membiayai pembangunan jalan penghubung Tanjung Rahman Kecamatan Pendopo-Talang Padang Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) pada tahun anggaran 2021 mendatang.

Namun demikian, niat baik Pemkab Empat Lawang, untuk membangun ruas jalan tersebut mendapat kritikan sejumlah masyarakat. Pasalnya, jalan penghubung antar kecamatan itu, melalui hutan kawasan yang tentunya dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem di hutan kawasan yang dilintasi jalan itu nantinya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi Rasyid, melalui Kabid Bina Marga, Eko Purwanto ST saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, rencana pembangunan jalan penghubung Kecamatan Pendopo dengan Kecamatan Paiker tersebut sudah dimatangkan.

“Namun demikian tetap saja pelaksanaannya nanti jika pinjaman daerah ke Bank Sumsel-Babel disetujui oleh pihak bank,” katanya.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat atas ancaman terganggunya hutan kawasan yang dilintasi jalan itu nantinya, dirinya memastikan jika kekhawatiran masyarakat itu tidak akan terjadi, sebab Pemkab Empat Lawang, sudah mengajukan izin ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

“Izinnya sudah ada dan setahu Saya ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin itu. Salah satunya melakukan penanaman pohon tertentu di kawasan hutan yang dilintasi jalan itu nanti,” kata Eko.

Dijelaskannya, pembangunan jalan tersebut, menjadi kebutuhan masyarakat juga. Dengan jarak hanya 17 kilometer (Km), sangat memotong jarak tempuh yang dilalui masyarakat nantinya, baik dari Pendopo ke Paiker, atau arah sebaliknya.

“Kalau jalan itu nantinya sudah jadi, jarak tempuh yang dilaluipun bisa hanya 15 menit saja,. Saya sendiri pernah menjajaki jalan itu saat kondisinya masih tanah, dan saya bisa tembus hanya 30 menit saja,” jelasnya.

Tentu saja, sambung Eko, jika jalan itu sudah jadi, akan banyak dampak positifnya bagi masyarakat. Terutama masyarakat Paiker, sebab mereka lebih mudah menjangkau akses ke luar kecamatan dan meningkatnya perekonomian masyarakat, karena akses jalan lebih terbuka.

“Yang pastinya, jika pinjaman daerah disetujui, tahun depan jalan itu segera kita lakukan pengerasan dan beberapa spot nantinya mulai kita aspal,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More