intens.news
Mitra Informasi

Pemkot Kewalahan Terapkan Protokol Kesehatan di Kawasan Pasar

0 64

Intens.news, PAGARALAM – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, aktivitas pusat perbelanjaan di Kota Pagaralam tetap dipadati masyarakat, meskipun di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Tidak hanya penjual kue kering hingga pakaian, namun juga para pengunjung dari berbagai pelosok.

Pantauan di lapangan, pedagang musiman ini mulai ramai menggelar dagangan di kawasan Pasar Dempo Permai hingga pasar depan Pagaralam Square. Begitu pula sejumlah toko kue sudah mulai dibanjiri pembeli, yang ingin melengkapi kebutuhan di hari raya.

Bahkan, macet pun tak dapat dielakkan karena arus lalu lintas sudah dipenuhi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kondisi inipun tak ditampik oleh Pemerintah Kota Pagaralam.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni, dihadapan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, mengaku kalau Pemkot Pagaralam kewalahan menerapkan protokol kesehatan di pasar.

“Ya, ini adalah problem yang saat ini kita hadapai. Tidak hanya di daerah, namun juga secara nasional,” ungkap Alpian.

Sebelumnya, kata dia, untuk menghindari kepadatan seperti ini awalnya sudah di desain bagaiman kalau pasar direlokasi per Kecamatan. Namun semakin kesini hal itu semakin tidak mungkin, karena pedagang adalah yang sudah mentradisi di kawasan pasar tersebut.

“Namun kita tetap berusaha untuk menyuarakan ke masyarakat untuk tetap mematuh protokol kesehatan salahsatunya menggunakan masker,” ujarnya.

Sementara Gubernur Sumsel, Herman Deru, saat melakukan kunjungan kerja ke Pagaralam mengatakan, memang tidak bisa dipungkiri jika pasar-pasar sudah mulai ramai.

Salah satu alasanya karena menjelang lebaran. Dan biasanya, antara penjual dan pembeli pun tidak puas kalau tidak berdekatan langsung dalam transaksi jual beli hingga tawar-menawar.

Untuk itu, kata Deru, memang perlu kerja keras yang ekstra untuk menerapkan protokol kesehatan serta mengingatkan physical distancing. “Tapi minimal harus pakai masker. Bila perlu sediakan masker oleh pemerintah di tempat-tempat tertentu,” terangnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More