intens.news
Mitra Informasi

Pemprov Beri Penghargaan ke Kabupaten dan Kota yang Berhasil Turunkan Angka Stunting

0 24

Intens.news, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru memberikan apresiasi berupa penghargaan untuk Kabupaten/kota yang dianggap berhasil dalam menekan kasus stunting di daerahnya.

Setidaknya ada enam  dari 17 Kabupaten/kota di Sumsel yang dinilai berhasil menurunkan angka stunting dalam kurun waktu  2018 hingga  2020 tersebut  meliputi   Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten  Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten  Banyuasin, Kota  Palembang dan Kabupaten  Ogan Ilir.

Adapun penyerahan   penghargaan dilakukan  oleh Sekda Sumsel S.A Supriono mewakili Gubernur Herman Deru kepada Wakil Bupati OKI H. M Djakfar Shodiq,  Wakil Bupati Banyuasin Slamet Sumosentono, Sekda Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si, Bertempat  di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (9/11).

Gubernur dalam  sambutan tertulisnya  yang dibacakan Sekda S.A Supriono menegaskan,  penurunkan jumlah anak  stunting menjadi  fokus pemerintah diberbagai tingkatan mulai dari pusat, provinsi maupun daerah. Sedangkan Pemprov Sumsel masuk dalam salah satu indikator  kinerja daerah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi tahun 2019- 2023.

Untuk itu  Pemprov memiliki cara tersendiri dalam meningkatkan peran Kabupaten/kota agar serius dalam menekan angka stunting diwilayah kerjanya, hal ini dikarenakan  Pemprov memiliki tugas sebagai perpanjangan tangan  Kementerian Dalam Negeri   dalam melakukan evaluasi sekaligus  apresiasi sinkronisasi suksesnya program pusat  ke  daerah.

“Penilaian kinerja Kabupaten /kota  fokus pada upaya penurunan stunting di tahun   2020 ini, tujuannya tidak lain agar daerah  termotivasi  meningkatkan kinerjanya,” imbuh Sekda.

Sekda menyebut, permasalahan stunting  menjadi  masalah multi dimensi yang   mencakup masalah gizi yang kurang, pelayanan kesehatan yang belum optimal, kemiskinan, ketidaktahuan, ketidak pedulian, lingkungan yang kurang baik dan distribusi bahan pangan yang buruk, serta  optimalnya infrastruktur  bersih yang layak.

“Karena itu sokusinya kita harus memuliki perencanaan  dengan  delapan  aksi konvergensi  mulai dari analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, Perbup/Perwali tentang peran desa/kelurahan, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi data stunting, dan review kinerja tahunan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra. Lesty Nurainy Apt.,M.Kes menuturkan, Terdapat 6 kabupaten/ kota yang menjadi lokasi focus intervensi penurunan stunting 2018- 2020, antara lain  Kabupaten Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Lahat, Banyuasin, Palembang, Ogan Ilir.

Kemudian ditambahkan 5 Kabupaten/kota lagi pada tahun 2021 menjadi 11 kabupaten/kota diantaranya kabupaten Pali, Oku, Oku Timur, Musi rawas dan Musi Banyuasin.

“Sedangkan pada tahun 2022 sudah semua KabupatenKota menjadi lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep 10/M.PPN/HK/02/2021,” katanya.

Menurutnya, Provinsi Sumsel  juga telah berkomitmen untuk pencegahan dan penurunan stunting di Sumatera Selatan melalui indikator kinerja daerah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019-2023.

“Penilaian Kinerja Kabupaten / Kota Lokus Stunting Tahun 2020 ini, merupakan suatu kegiatan yang penting untuk dilakukan agar Kabupaten/Kota mendapatkan umpan balik dan pembelajaran dalam konvergensi intervensi gizi, semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya dan terciptanya koordinasi dan sinkronisasi serta keterpaduan program kegiatan penanganan stunting yang valid dan update antar instansi,” pungkasnya.

Adapun 6 (enam) kabupaten/kota yang telah ditetapkan akan diberikan penghargaan adalah Kota Palembang, Kabupaten OKI, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Lahat.

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More