intens.news
Mitra Informasi

Penderita Penyakit Asma Bronkial di Palembang Capai 1.127 Orang

0 27

Intens.news, PALEMBANG – Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Palembang, Dedi Sandra, mengatakan Asma bronkial menjadi pemicu utama di tengah pandemi saat ini, karena gejala Covid-19 juga mengalami sesak nafas.

Penyakit asma bronkial di Palembang tahun 2020 juga mencapai angka yang sangat tinggi yakni 1.127 orang. Padahal, sebelumnya terjadinya pandemi Covid-19 jumlahnya tidak sampai sebanyak seperti saat ini.

“Asma bronkial termasuk penyakit asma yang paling umum terjadi. Penyakit ini dapat menyebabkan jalan napas paru membengkak (edema) dan menyempit, sehingga jalur udara menghasilkan lendir yang berlebihan,” jelasnya, Kamis (22/10/2020).

Dedi menambah, dengan adanya penyempitan jalur udara membuat penderitanya sulit bernapas, yang seringkali juga diikuti batuk, napas pendek, dan napas berbunyi. Pemicu asma bronkial berbeda bagi setiap orang.

“Terdapat penderita yang dapat mengalami gejalanya hampir setiap hari, namun, ada juga penderita yang hanya merasakan gejalanya saat sedang kelelahan atau terserang flu/pilek,” katanya.

Ia mengatakan, mengenali gejala dan tanda-tanda asma bronkial sejak dini lebih baik agar seseorang bisa dengan cepat dan tepat menanganinya. “Batuk keras, napas berbunyi (mengi), sulit bernapas, dada terasa sesak, lemah dan lesu,” ujarnya.

Sampai saat ini, penyebab pasti asma bronkial masih belum jelas. Tapi, terdapat beberapa faktor lingkungan dan genetik yang menjadi pemicu utama terjadinya asma bronkial.

“Polusi udara, seperti asap industri maupun asap dari kendaraan. Cuaca atau perubahan suhu yang terjadi secara ekstrem.Paparan zat, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, pasir, dan bakteri. Stres dan kecemasan berlebihan. Obat-obatan, seperti aspirin, beta blocker, dan sejenisnya. Parfum atau wewangian. Infeksi virus, seperti pilek/flu dan pneumonia,” tandasnya.

Ia menyarankan untuk penderita asma bronkial disarankan untuk rutin menggunakan obat pengontrol, serta menghindari sejumlah faktor pemicu tersebut agar meminimalisir timbulnya gejala dan serangan asma.

“Jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat dengan tidak merokok, gunakan masker untuk melindungi diri dari debu dan asap, serta konsumsi makanan bergizi seimbang untuk terus menjaga kesehatan paru,” tuturnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More