intens.news
Mitra Informasi

Pengedar 36 Paket Sabu Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

0 57

Intens.news, PALEMBANG – Pidin (28) warga Kecamatan Seberang Ulu I Palembang   terdakwa dengan kasus diduga pengedar narkotika jenis sabu dibawah lima gram akhirnya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dyah dengan hukuman 7 tahun penjara denda Rp 1 Miliar dan subsider 6 bulan kurungan. 

”Dengan ini menyatakan bahwa terdakwa dituntut hukuman sesuai pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan barang bukti sebanyak 38  bungkus plastik bening sabu yang telah diamankan dan dimusnahkan oleh pihak Ditresnarkoba Mapolda Sumsel,” ungkapnya di ruang persidangan Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang melalui sidang teleconference, Senin (31/8/2020).

Mendengar tuntutan tersebut,  kuasa hukum terdakwa meminta waktu satu minggu untuk mengajukan pembelaan agar mendapat keringanan hukuman.

“Izin pak minta waktu satu minggu untuk mempersiapkan pembelaan atau pembacaan pledoi,” terangnya di hadapan Ketua Majelis Hakim Adi Prasetyo.

Dengan demikian Ketua Majelis Hakim pun menyetujui dan sidang ditunda satu minggu kedepan.

Dalam dakwaan dijelaskan bahwa Pidin ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel pada bulan April lalu di kediamannya di Kecamatan SU I  Kota Palembang.

Dirinya ditangkap lantaran adanya laporan dari penduduk setempat bahwa terdakwa kerap kali memperjualbelikan barang haram tersebut. Berdasarkan laporan tersebut, pihak Ditresnarkoba langsung melakukan penangkapan di kediamannya dan didapati barang bukti berupa 32 paket kecil sabu yang siap diedarkan.

Dari pengakuannya kepada pihak kepolisian bahwa paket-paket tersebut dikemas untuk dijual dengan harga kisaran Rp.100.000 dan Rp.50.000. Petugas juga mendapati uang tunai sebesar Rp.50.000 dan 1 buah sekop plastic/pipet.

Sebelum tertangkap terdakwa sudah berhasil menjual satu paket seharga Rp.50.000. Selanjutnya terdakwa berikut barang bukti diamankan ke Ditresnarkoba Polda Sumsel.

Saat diinterogasi terdakwa mengakui bahwa barang bukti tersebut didapat terdakwa dari Diki (DPO) sebanyak 1,5 gram kemudian terdakwa pecah menjadi 32 paket dengan paketan harga Rp.100.000 dan Rp.50.000 dengan sistem berhutang bahan terlebih dahulu dan membayar bila sudah laku terjual semua sebesar Rp.1.100.000.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More