intens.news
Mitra Informasi

Pengedar Sabu Divonis 8 Tahun Penjara

0 13

Intens.news, PALEMBANG –  Samsul Bahri  pengedar sabu sebanyak dua bungkus seberat 1,763 gram ini dijatuhi hukuman oleh majelis hakim yang diketuai oleh Syahrial Dami dengan hukuman 8 tahun penjara denda Rp 800 juta dan subsider 6 bulan kurungan. 

Hal itu disampaikan  majelis hakim siang ini secara virtual di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus. Selasa (27/4/2021).

Diketahui hukuman tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Tomi Horizon yang menuntut dengan hukuman 9 tahun penjara.

“Hal-hal yang meringankan terdakwa bersikap jujur, sopan dan mengakui kesalahannya serta berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya,” Ucap hakim ketua Syahrial Dami saat persidangan berlangsung.

Sementara untuk hal-hal yang memberatkan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sesuai pasal 114 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Mendengar putusan tersebut baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun kuasa hukum terdakwa, Defi menerima hukuman tersebut.

“Terima pak hakim,” ucap kuasa hukum terdakwa Samsul.

Dengan demikian  sidang pun dinyatakan selesai dan ditutup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang.

Untuk diketahui dalam dakwaan diterangkan bahwa kejadian bermula pada bulan Desember 2020 bertempat di Jalan Mangku Bumi Kelurahan 3 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang.

Dimana pada saat itu Ditresnarkoba Polrestabes Palembang mendapat laporan bahwa ditempat terdakwa kerap kali dijadikan sebagai tempat transaksi jual beli narkoba.

Berdasarkan laporan tersebut, tim Satresnarkoba Polrestabes Palembang melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di rumah terdakwa.

Padaa saat pihak polisi datang, terdakwa sempat kabur dan membuang narkoba jenis sabu itu. Namun pihak Satresnarkoba Polrestabes berhasil menangkap terdakwa.

Setelah barang bukti didapat, terdakwa bersama barang buktinya dibawa dan diamankan di Polrestabes Kota Palembang untuk diperiksa dan ditindak lanjuti.

Dari pengakuan terdakwa, barang sabu itu didapat dari rekannya bernama OY ( DPO) dimana  dirinya ditawarkan untuk membeli barang haram tersebut dengan harga Rp 1 juta 500 ribu.

Terdakwa pun langsung menerima, namun terdakwa membayar Rp 500 ribu terlebih dahulu. Sisanya akan dibayar setelah ia berhasil menjual sabu tersebut hingga habis.

Setelah menerima sabu sebanyak dua bungkus itu, terdakwa pun berencana akan membagi sabu itu sebanyak 20 paket kecil. Dimana satu bungkusnya akan dijual seharga Rp 100 ribu. Sehingga total keseluruhan, apabila berhasil dijual mendapat keuntungan sebesar Rp 300 ribu.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More