intens.news
Mitra Informasi

Penyebab Terjadinya Kasus Pembunuhan Akhir-akhir Ini

0 262

Intens.news, PALEMBANG – Maraknya kasus perkelahian di Palembang hingga mengakibatkan korban jiwa selama bulan Juli ini disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari ketersinggungan, ekonomi, perselingkuhan, hingga masalah utang piutang narkoba.

Yang lebih mirisnya, setiap peristiwa pembunuhan, antara korban dan pelaku saling kenal dan juga ada yang bertetangga dekat. Seperti kejadian pembunuhan di Griya Macan Lindungan Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang. Antara korban Rio Pambudi dan dua pelaku bersaudara, Eko dan Jack, diketahui tinggal di satu kompleks berhadapan rumah yang diduga dilantari saling ketersinggungan.

Begitupun kasus pembunuhan yang kedua di kawasan 36 Ilir Kecamatan Gandus Lorong Jambu Tangga Buntung, yang dilakukan satu keluarga dengan korban Sujono dan pelaku Muhammad Robi, Mustopa dan Toni, yang diduga disebabkan perselingkuhan.

Sementara untuk kasus pembunuhan ketiga di kawasan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II didepan Musala Abadan yang diduga antara korban Muslim yang dihabisi empat pelaku, Deni, Mukroni, Retno dan Arpani, diduga masalah utang piutang narkoba.

Kasus terahir di bulan Juli 2020 yakni permasalahan yang sangat sepeleh, gara-gara uang Rp10 ribu, Davit nekat menghabisi nyawa Boy Sandi yang tak lain adalah temannya sendiri.

Ketua Pengacara Managing Partners Law Office, Billy de Oscar mengatakan, dengan banyaknya kasus pembunuhan yang terjadi Palembang akhir-akhir ini, karena kurangnya kesadaran atau pengetahuan masyarakat tentang norma-norma hukum yang berlaku di Indonesia. Selain itu juga dipengaruhi faktor lain, seperti ekonomi dan sosial.

Untuk pihak-pihak yang berkaitan, seperti aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, harus segera mengevaluasi kembali dan diberikan sugesti ilmu tentang hukum dan meningkatkan keamanan serta memfasilitaskan masyarakat untuk mengembangkan ekonomi mikro. Seingga tidak terjadinya kesenjangan di tengah masyarakat.

“Bagi pelaku-pelaku pembunuhan secara peraturan hukum yang berlaku di Indonesia agar diberikan hukuman yang sesuai perbuatannya,” ucap Billy.

Senada disampaikan Dosen Psikologi Bina Sriwijaya, Mardia Hayati. Dia mengatakan, banyaknya kasus dalam bulan Juli ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti ekonomi, psikologis dan percintaan dan lain lain.

Terutama pada masa sekarang ini banyak macam-macam kasus meningkat, dari pencurian hingga kasus-kasus yang lain demi memenuhi kebutuhan hidup sebagai dampak dari pandemi virus corona (COVID-19).

“Semua kasus sekarang ini dikarenakan faktor ekonomi mendesak, dari faktor seperti kena PHK sampai berdagang tidak laku dan ekonomi menjadi merosot. Sehingga memaksa seseorang untuk melakukan berbagai macam hal untuk bertahan hidup dari kerjaan halal sampai tidak halal,” jelasnya.

“Selain itu, banyak sekali efek perilaku kriminal yang berdampak pada masyarakat, sehingga masyarakat sekarang merasa kurang nyaman dan mudah merasa cemas akibat,” terang Mardia.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More