intens.news
Mitra Informasi

Penyelamatan Cagar Budaya Sumsel Dipertanyakan DPRD 

0 19

Intens.news, PALEMBANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel mempertanyakan upaya penyelamatan cagar budaya di Sumsel yang telah dilakukan oleh Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel.  

“Nanti akan kita pertanyakan saat rapat dengan Disbudpar Sumsel, karena untuk melindungi cagar budaya yang ada di Sumsel. Dalam rapat nanti akan kita bahas dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mana yang menjadi aset cagar budaya di Sumsel dan itu kita  harus lindungi melalui perda di DPRD Sumsel,” kata Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki, Selasa (15/9/2020).

Politisi Partai Demokrat ini mengakui, bahwa pihaknya pernah membahas perda cagar budaya di Sumsel dalam rangka menjaga cagar budaya yang ada di Sumsel.

“Tinggal lagi daerah mana dan cagar budaya mana saat ini yang harus diinventarisir. Yang mana memang  dianggap cagar budaya dan nantinya dibentuk menjadi perda  sehingga bisa menjaga cagar budaya yang ada di  Sumsel,” ujarnya.

“DPRD Sumsel akan membantu pihak eksekutif untuk melindungi cagar budaya yang ada di Sumsel dalam bentuk pembuatan perda untuk  masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sejarawan Palembang Kemas Ari Panji menilai, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kalau pemerintah daerah belum serius dalam melakukan upaya penyelamatan cagar budaya da sejarah di Sumsel terutama Palembang.

“Kalau saya pribadi menilai pemerintah kurang tegas dan setengah hati selalu alasan dana dan lain-lain. Kalah tegas harusnya dilakukan dengan action komunitas pecinta ziarah dan sejarah Palembang yang langsung kerja nyata,” katanya.

Dia berharap, pemerintah daerah terutama Pemkot Palembang dan Provinsi Sumsel membuka mata untuk melakukan upaya penyelamatan cagar budaya.

Dan mau bersama rakyat, pemerintah menurutnya bisa melakukan upaya penyelamatan cagar budaya dan sejarah di Sumsel dan kota Palembang.

Apalagi hilangnya cagar budaya dan artefak sejarah di Sumsel dan kota Palembang akan menghilangkan jati diri suatu bangsa.

Menurutnya, Palembang adalah kota tua yang memiliki sejarah panjang dari zaman Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Palembang, Kesultanan Palembang Darussalam hingga masa kemerdekaan yang harus menjadi prioritas utama pembangunan di Palembang.

“Intinya harus ada kerjasama semua unsur untuk membangun kebudayaan dan kesadaran sejarah, karena sejarah adalah cermin, sejarah membuat kita bijak “History make Man Wise,” jangan sampai Palembang yang kaya akan peninggalan sejarah menjadi hilang dan lenyap,” terangnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More