intens.news
Mitra Informasi

Petugas Sensus: Dari di Usir Hingga Masuk Pelosok Perkebunan

0 26

Intens.news,PAGARALAM-Sensus penduduk tidak hanya berguna bagi negara untuk mendata jumlah penduduk di satu wilayah, namun juga menjadi tolok ukur pemerintah untuk melakukan pembangunan hingga tercapai kesejahteraan bersama.

Namun, kerasnya kehidupan dirasakan oleh para petugas sensus yang rela keluar masuk hutan dan perkebunan, demi mendata para warga yang menetap. Seperti di kota Pagar Alam yang wilayahnya luas dan di penuhi perbukitan hingga para petugas sensus harus memiliki tekad yang keras dan keberanian yang maksimal.

Hal ini yang terus dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pagar Alam yang berupaya mendata penduduk secara manual, karena masih banyak para penduduk yang belum terjangkau tekhnologi.  Hal ini menyebabkan BSP Pagaralam harus menurunkan tim secara untuk menjangkau para penduduk yang tinggal dan bekerja di dalam hutan atau perkebunan.

Kasi Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Kota Pagar Alam Pray Nadeak mengungkapkan, pihaknya telah menerjunkan seratusan orang lebih untuk melakukan sensus penduduk secara manual. Dan permasalahan yang timbul salah satunya masalah geografis yang sangat jauh dan tidak mudah di jangkau.

“Sehingga bagi masyarakat atau penduduk yang belum pulang kekampung halaman atau masih bermalam dikebun kita datangi langsung,”kata Pray Nadeak.

Para petugas tersebut, kata dia, adalah warga sekitar kota Pagar Alam yang memahami medan dan kawasan dimana warga sering berkebun dan bertempat tinggal.

“Kesulitan besar akan terjadi jika petugas tidak memahami kawasan. Karena kondisi geografis Pagaralam berbukit dan berjurang,” ujar dia.

Selain itu, masih ada juga beberapa warga yang kurang memahami pentingnya pendataan sensus penduduk. Dan ada juga petugas yang di usir warga karena tidak ingin di ganggu. Pray menjelaskan,seperti halnya pendataan penduduk di Kelurahan Burung Dinang Kecamatan Dempo Utara,dimana didaerah tersebut masih banyak masyarakat yang berada diperkebunan,dan masih banyak penduduknya yang data kependuduknya belum update pada SPOnline Februari 2020 lalu.

“Dan itu wajar,karena beberapa desa di Kelurahan tersebut merupakan daerah remote area sehingga susah bahkan tidak bisa mendapatkan jaringa internet berupa signal,”ujarnya

Sebelumnya,Kepala BPS Dedi Fahlevi menghinbau agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam mensuskseskan SP 2020 ini demi terwujudnya satu kependudukan data yang akurat serta valid,serta diikuti oleh manfaat lain seperti akuratnya data penerima bantuan dari pemerintah,ke akuratan data pemilu dan berbagai perencanaan pembangunan juga akan tepat sasaran.

“Kalau soal SP dilaksanakan ditengah pandemi covid-19 saat ini,masyarakat tak usah ragu untuk menerima kedatangan petugas sensus,karena selain mengenakan APD lengkap,petugas sensus sudah menjalani rapid test,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More