intens.news
Mitra Informasi

Pihak Penyidik Kejati Sumsel Mendapat Penolakan Penggeledahan, Begini Tanggapan BPKAD OI

0 27

Intens.news, PALEMBANG- Asisten Pidana Khusus (Aspidsus )Kejati Sumsel Zet Tadung Allo  menyatakan, terkait kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan dan perluasan ruas jalan di Pelabuhan Dalam hingga Indralaya Tahun 2017 ada dua tempat yang digeledah oleh pihaknya yakni Dinas PUPR dan BPKAD Ogan Ilir.

Namun dijelaskannya, saat tim penyidik tindak pidana khusus Kejati Sumsel hendak melakukan  penggeledahan  di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, pihaknya mendapat penolakan.

“Penolakan itu sebetulnya tidak perlu terjadi. Tindakan-tindakan seperti itu bisa menjadi tindak pidana baru karena menghambat proses penyidikan yang dilakukan. Itu bisa dikenakan tindak pidana menghalang-halangi penyidikan,” tegasnya.

Menurutnya, penolakan itu sudah termasuk dalam kategori tindak pidana karena menghambat proses penyidikan untuk mengungkap suatu kasus. Apalagi penggeledahan itu sudah mendapat izin dari pihak Pengadilan.

Saat ditanya langkah selanjutnya terkait penolakan dari penggeledahan yang dilakukan tim penyidik Kejati Sumsel di kantor BPKAD Ogan Ilir ini, ia menjawab belum dilakukan untuk tindakan selanjutnya.

“Tetapi tentu kami akan bersikap bijaksana, apakah itu ditingkatkan ke tindak pidana atau tidak. Karena kami akan fokus kepada menyelesaikan kasus awal yang saat ini sedang kami tangani,” ujarnya.

Tak hanya kantor BPKAD Kabupaten Ogan Ilir, penyidik Kejati Sumsel juga dijadwalkan melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir.

Berbeda dengan kantor BPKAD Ogan Ilir, tim penyidik Kejati Sumsel tidak mendapat penolakan saat menggeledah  kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Ogan Ilir.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala BPKAD Ogan Ilir, Sopiah Yuhanis, sempat membantah adanya penggeledahan di kantor tempatnya bertugas.

Namun saat ditanya lebih lanjut terkait pernyataan Aspidsus Kejati Sumsel terkait penolakan penggeledahan, Sopiah memilih untuk enggan berkomentar.

“Oh, itu kata mereka ya. Tapi  mohon maaf, saya no komen. Saya tidak ada tanggapan,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More