intens.news
Mitra Informasi

PJJ di Palembang Kembali Diperpanjang Hingga 31 Oktober 2020

0 1.629

Intens.news, PALEMBANG – PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang di terapkan selama ini kembali diperpanjang. Perpanjangan PJJ ini sendiri merupakan yang sekian kalinya pada masa Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang Ahmad Zulinto menyebutkan, dalam surat edarannya, PJJ atau yang lebih terkenal dengan system pembelajaran jarak jauh terlaksana yang semula sampai batas 30 September 2020 kini diperpanjang hingga batas tanggal 31 Oktober 2020.

Zulinto mengungkapkan, laju penularan virus korona kota Palembang masih fluktuatif. Rata-rata tiap daerah yang ada pada wilayah Provinsi Sumsel, Zona Covid-19 bisa setiap saat berubah.

“Laporan dari gugus tugas penanganan dan pencegahan virus covid-19, zonasi daerah tidak menentu, ada daerah yang sebelumnya terindikasi masuk zona hijau, kuning, bisa saja berganti posisinya bisa jadi merah,” ujar Zulinto.

Selama pembelajaran jarak jauh, Zulinto meminta kepala sekolah baik jenjang Paud/TK, SD dan SMP agar selalu mengawasi guru dalam memberikan pembelajaran jangan sampai memberatkan siswa dan membebani mereka belajar daring.

Zulinto mengatakan, kendati harus memberikan Pekerjaan Rumah (PR), para guru diharapkan memberikan keringanan batas waktu untuk pengumpulannya.

“Kasihan, karena bisa jadi ada anak yang harus meminjam perangkat gawai milik orang tuanya. Baiknya setiap tema bisa bersinergi dengan tema yang lain,” katanya.

Selain itu, Zulinto juga meminta satuan pendidikan untuk membentuk tim pengajar. Langkah tersebut guna meminimalsir banyaknya tugas yang diberikan kepada siswa.

“Misalkan kelas satu gurunya ada lebih dari dua di satu mata pelajaran, maka bahan ajarnya harus sama. Jangan sampai ada kelas yang anaknya mendapatkan tugas, sementara yang lain tidak. Padahal sama-sama satu angkatan,” katanya.

Dirinya mempersilakan setiap guru untuk mengatur jadwal mengajarnya. Terutama, mereka yang mengajar mata pelajaran yang sama.

“Contohnya di hari pertama ada guru yang bertugas mengajar di sekolah, sisanya menyiapkan bahan ajar di rumah, begitu seterusnya secara bergilir,” ujarnya.

Ditambahkannya, dalam memberikan pembelajaran daring guru harus kreatif dan inovasi dalam membuat aplikasi pembelajaran sehingga siswa tidak bosan.

“Buatlah mode aplikasi yang dapat membuat siswa senang dan tidak bosan,” pungkasnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More