intens.news
Mitra Informasi
intens hari raya

PLTG CNG Jakabaring Terbakar, Ini Penjelasan PLN

0 15

Intens.news, PALEMBANG – Insiden kebakaran yang terjadi di Trafo Pembangkit site PLTG CNG Jakabaring di Jalan Pangeran Ratu Kecamatan Jakabaring Palembang, Jumat  (16/4/2021) pukul 05.30 WIB dikarenakan oleh dugaan adanya hubungan arus pendek listrik. Hal tersebut diungkapkan oleh GM PLN UI WS2JB, Bambang P kepada media. 

Menurut Bambang, PLTG CNG diduga terbakar karena adanya hubungan arus pendek atau konsleting listrik. Bahkan PLTG saat ini dalam status tidak operasi sejak 1 September 2020, karena kecukupan kelistrikan di Sumatera bagian Selatan dan supply bahan bakar gas ke site PLTG Jakabaring juga telah dihentikan.

“Kejadian pagi tadi, petugas PLN dengan sigap langsung menuju ke tempat Jakabaring bekerjasama dengan dinas kebakaran. Dalam tempo tak terlalu lama, pukul 06:00 wib api dapat dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dan tidak terjadinya pemadaman listrik akibat kebakaran sehingga tidak mengganggu aktifitas warga dalam menjalankan sahur,” kata Bambang.

Dijelaskannya, PLTG ini dulunya bekerjasama dengan PDPDE dalam penyuplaian gas. Namun, sejak 1 September gas di PLTG ini tidak mengalir lagi. Selain itu, PLTG ini difungsikan sebagai back up kemantapan listrik di Palembang. Setelah digunakan untuk back up listrik PON, Sea Games hingga Asian Games 2018 lalu.

“PLN tetap berkomitmen menyediakan kelistrikan di Kota Palembang dan wilayah Sumatera bagian Selatan yang andal serta aman meski adanya peristiwa kebakaran di tengah pandemi dan bulan Ramadhan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, GM PLN UIP Sumbagsel, Joko menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang meminimalisir kejadian tadi pagi. Bahkan dirinya berharap tidak terlalu lama melakukan penelusuran recovery.

“Saat ini unit stand by dan untuk kecukupan di Sumsel kami melakukan recovery,” ucapnya.

Antisipasi ke depan, pihaknya akan selalu menetapkan sitem management K3 yang diterapkan seluruh unit Lampung sampai Jawa Barat. “Ke depan sistem management K3 kami terapkan di semua lini, hal itu untuk mengantisipasi agar tidak terulang,” terangnya.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More