intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Polda Sumsel Amankan 16 Orang Kurir Minyak Ilegal

0 3.628

Intens.news,PALEMBANG – Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel mengamankan 16 orang kurir minyak mentah ilegal. Pelaku yang diamankan terdiri dari sopir dan kernet mobil. 

Ke 16 orang yang diamankan yakni delapan orang tangkapan Ditreskrimsus Polda Sumsel dan delapan orang lagi dari beberapa Polres di Sumsel. Selain mengamankan para kurir, aparat juga menyita barang bukti berupa 40.000 liter (40 ton) minyak mentah.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri mengatakan, penangkapan ini merupakan upaya dari Polda Sumsel memberantas permainan minyak ilegal yang dilakukan oleh beberapa pihak tidak memiliki izin eksploitasi.

“Saat saya masuk di Polda Sumsel saya perintahkan Dirkrimsus untuk menyelidiki penyelundupan migas, mulai dari penambangan, eksploitasi dan usaha ilegal. Kami sudah melakukan penyelidikan, selama tahun 2019 ada 50 perkara dengan jumlah tersangka 86 orang, 13 perkara sudah lengkap dan berkasnya sudah dikirimkan ke kejaksaan, 37 masih dalam penyelidikan. Terakhir kita tangkap 8 orang beberapa waktu lalu,” ungkap Firli, Rabu (30/10/2019).

Dari data Ditkrimsus, kata Kapolda, untuk tahun 2019 penyelundupan minyak mentah yang digagalkan ada sebanyak 95 ton, solar 96,67 ton, bensin 77, 1 ton, dan minyak tanah sebanyak 66,2 ton. Tangkapan tersebut berhasil dilakukan dibeberapa lokasi seperti di lahan warga di wilayah Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba) yang memang terkenal kaya akan minyak bumi.

Menurut Kapolda, Kejahatan minyak dan gas (migas) ada 3 katagori yakni eksploitasi Ilegal Drilling, usaha migas tanpa izin, dan pengangkutan migas tanpa izin.

“Sanksi pidananya diatur dalam undang-undang pasal 55 nomor 22 mengenai minyak dan gas dengan masing-masing ancaman hukuman 4 tahun dan denda Rp40 miliar. Ini yang kita lakukan karena merugikan negara,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, persoalan migas sudah sering terjadi dirinya meminta jajaran untuk melakukan penyelidikan dari hulu dan hilirnya mulai dari pengeboran dan pengangkutan.

“Maka dari itu di Muba sudah mulai dilakukan  menutup sumur-sumur ilegal. Jadi kita tidak pernah melihat dia bos atau pekerja semua akan di proses. Kita tidak ingin berandai-andai, unsurnya barang siapa yang melakukan perbuatan baik sengaja ataupun lalai,” tegasnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More