intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Polisi Ringkus Spesialis Begal di Kawasan Musi II

0 8.415

Intens.news, PALEMBANG – Unit 3 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap pelaku begal sadis yang beraksi di kawasan Musi 2 Palembang. Pelaku Ahmad Jodi (22), terpaksa merasakan timah panas dari pistol anggota setelah mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.

Warga Jalan Lettu Kadir Kelurahan, Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang itu, ditangkap setelah ketiga temannya sudah menjalani hukuman di Polsek Gandus. Anggota pun berhasil mencium keberadaan pelaku setelah teman pelaku ‘bernyanyi’, membocorkan tempat persembunyiannya.

Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alvani, melalui Kasubdit III Jatanras Kompol Suryadi mengatakan, anggotanya berhasil menangkap pelaku DPO kasus 2019, di mana laporannya di Polsek Gandus dan Polrestabas Palembang.

“Dari lima pelaku, tiga di antaranya sudah menjalani hukuman di Polsek Gandus. Dan satu pelaku lagi berhasil kita tangkap, namun saat dilakukan penangkapan pelaku ini melawan anggota. Sehingga anggota memberikan tindakan tegas terhadapnya dan mengenai kaki kanannya,” kata dia, Selasa (14/1/2020).

Dia menyebut, modus para pelaku ini memang cukup sadis sebelum melakukan tindakannya, karena ketika ada korban, salah satu teman pelaku mengatakan bahwa korban tersebut adalahnya musuhnya.

“Karena temannya ada musuh kemudian para pelaku mengeroyok setelah korbannya tidak berdaya, sepeda motornya dibawa lari,” tuturnya.

Tersangka Jodi mengatakan, bahwa sudah melakukan begal tiga kali dan semuanya dilakukan di kawasan Musi II Palembang. Setiap melakukan begal, dia mengaku melakukannya bersama empat temannya, Tama, Roy, Yoga, dan Agus. Nama terakhir hingga kini masih buron dan belum berhasil ditangkap.

“Tugas saya cuma mengawasi lokasi kejadian, terus yang mengeksekusinya teman, mengacam dengan parang. Kalau saya cuma memukul,” ungkapnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More