intens.news
Mitra Informasi

Polres Banyuasin Bantah Tudingan Pembebasan Bandar Narkoba

0 112

Intens.news, BANYUASIN – Adanya tudingan pembebasan bandar narkoba hasil penggerebakan di Desa Taja Mulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, kini dibantah tegas Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Banyuasin.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi melalui Kasat Narkoba Iptu Jatra Tunggal mengatakan bahwa kabar atau pemberitaan pembebasan bandar narkoba tersebut tidaklah benar, karena pihaknya tidak mendapatkan barang bukti (BB) di dalam rumah bandar tersebut.

“Itulah kebenaran yang terjadi waktu anggota melakukan penggrebekan tanggal 21 April 2021 kemarin, karena kita tidak mendapatkan barang bukti di dalam rumah tersebut,” ungkapnya, Selasa (27/4/2021).

Jatra Tunggal berharap bila ada yang belum jelas kebenarannya hendaknya berita dikonfirmasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan informasi yang salah. “Mohon kepada rekan-rekan agar bila ada info semacam itu agar dikonfirmasi terlebih dulu, nomor handphone saya selalu aktif,” tegasnya.

Sementara Kanit Resnarkoba Ipda Kemas, menambahkan prosedur penangkapan sudah sesuai dengan SOP bahwa bila penangkapan tersangka tanpa barang bukti maka harus dilepaskan.

“Kita tidak bisa menahan seseorang tanpa barang bukti (BB), meskipun ada laporan dari masyarakat tentunya ada barang bukti kejahatan maka bisa diproses secara hukum,” ujarnya.

Penggerebekan yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba cukup lama dirumah yang diduga ada bandar narkoba tersebut, namun tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan.

“Kita tidak ingin menahan seseorang tanpa barang bukti, otomatis kita dituntut, rumah yang diduga bandar tersebut sudah kita geledah namun tidak ditemukan barang bukti. Kemungkinan orang tersebut dulunya memang bandar narkoba, sehingga laporan masyarakat menganggap orang tersebut masih melakukan pekerjaan itu,” katanya.

Masih dikatakan Kemas, memang pihaknya mendapatkan barang bukti, di sebuah pondok yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah yang diduga bandar tersebut.

“Jarak pondok dengan rumah diduga bandar tersebut memang cukup jauh. Dari dalam pondok tersebut memang kita temukan bong untuk hisap sabu, plastik klip berikut sabunya serta timbangan. Namun, barang bukti tersebut tidak ada kepemililannya,” tandasnya.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More