intens.news
Mitra Informasi

Pro dan Kontra Pembelajaran Daring, Ini Kata Gubernur Sumsel Herman Deru

0 160

Intens.news, PALEMBANG – Dalam menyikapi pro dan kontra keluhan dari para orang tua wali siswa tentang pembelajaran melalui media daring di rumah, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, harus ada kemerdekaan atau izin dari orang tua siswa.

“Untuk wilayah zona hijau yang mau kegiatan belajar mengajarnya langsung monggo, yang zona kuning harus minta persetujuan orang tua,” katanya, Senin (21/9/2020).

Orang nomor satu di Sumsel ini mempersilahkan, untuk pembelajaran yang masuk dalam wilayah zona kuning, asalkan orang tuanya bisa menjaga protokol kesehatan.

“Tapi yang tidak yakin silahkan tetap di rumah, jadi ada kemerdekaan di situ. Tapi untuk zona merah now atau tidak boleh, kalau yang merah di rumah,” tegasnya.

Tarni seorang Ibu rumah tangga memberikan pendapat positif terkait sistem pembelajaran daring. “Belajar Online ini merupakan solusi yang cocok untuk saat ini, dengan belajar online di rumah, kita sebagai orang tua juga bisa lebih dekat dan memperhatikan proses pembelajaran anak-anak,” ujarnya.

Belajar online dirumah, katanya, merupakan kegiatan yang menyenangkan karena bisa mendampingi anak saat belajar yang dimana hal itu tidak bisa dilakukannya saat anak belajar di sekolah.

Sementara Eka (36) berpendapat lain, baginya belajar online itu tidak efektif. “Terkadang anak Saya beranggapan libur jadi belajarnya tidak maksimal, semakin malas belajar, kalau kata kasarnya semakin bodoh. Apalagi belajar online menambah biaya, belum lagi orangtua yang tidak terlalu paham teknologi,” akunya.

“Menurut saya anak-anak memiliki mindset atau pemikiran bahwa saat ini mereka sedang libur sekolah, dan tugas yang mereka kerjakan itu seperti pekerjaan rumah (PR),” tuturnya.

Kedua pendapat tersebut mewakili pemikiran para orangtua siswa di berbagai wilayah di Sumsel. Ada sebagian yang merasa biasa saja, setuju dan juga merasa puas terhadap kebijakan pemerintah tentang pembelajaran daring, yang dimana orangtua dapat berperan aktif dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran anak-anak mereka.

Namun sebagian yang lain merasa pembelajaran daring tidak efektif bagi anak-anak. Minat belajar siswa yang menurun serta banyaknya keluhan orangtua siswa bahwa belajar daring menambah biaya. Mereka tidak hanya diwajibkan membayar uang sekolah tetapi juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli kuota internet.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More