intens.news
Mitra Informasi

Proyek Pipanisasi PDAM Bahayakan Pengguna Jalan

0 94

Intens.News, MUARA ENIM – Proyek pembangunan jaringan perpipaan SPAM IKK kepur kawasan Kepur, Kabupaten Muara Enim, dikeluhkan para pengguna jalan. Pasalnya, tanah bekas galian pipa menutupi jalan aspal sehingga membahayakan para pengguna jalan terutama kendaraan roda dua di ruas jalan mayor Tji Agus Kiemas – Lintas Kepur – Muara Lawai, Kabupaten Muara Enim.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, proyek tersebut mulai dikerjakan dari Pelitasari yakni Boster PDAM Lematang Enim menuju ke Islamic Center. Dan sepanjang jalan tersebut dilakukan penggalian yang tanah bekas galian diletakkan dikiri dan kanan secara umum, galian tersebut cukup rapi. Namun ada beberapa titik lokasi tanah bekas galian tersebut berhamburan dan menutupi jalan aspal sehingga ketika terkena hujan jalanan aspal menjadi licin dan kotor yang sangat membahayakan terutama pengendara roda dua ketika melintasi.

Selain itu, sepanjang jalan yang dilintasi pipanisasi tidak terlihat papan proyek sehingga tidak diketahui berapa nilai proyek dan perusahaan yang mengerjakannya.

Sekretaris PUPR Kabupaten Muara Enim, Ilham Yaholi mengatakan, bahwa sebelumnya memang ada orang yang mengantarkan surat selembar ke kantor PUPR Muara Enim yang intinya minta izin dispensasi jalan karena jalan tersebut statusnya milik Kabupaten Muara Enim.

Namun, surat yang berkop dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumsel, hanya menyebutkan nama proyek yakni proyek pipanisasi Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM IKK Kepur, Kawasan Kepur, Kabupaten Muara Enim, yang akan dikerjakan dari bulan Februari – Oktober 2020.

“Kami juga bingung, jika mau berkoordinasi dengan siapa. Sebab tidak dikerjakan oleh perusahaan apa, nilai proyeknya, dan nama kontraktornya. Terpaksa kita akan surati Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumsel,” ungkapnya.

Menurut Ilham, didalam pengerjaan proyek tersebut, pihaknya sering menerima keluhan dari masyarakat terutama para pengguna jalan, sebab tanah bekas galian yang ditumpuk dikanan dan kiri galian sebagian berserakan di jalan aspal sehingga membuat jalan licin dan kotor. Untuk itu, pihaknya akan menyurati instansi terkait untuk menegur kontraktornya membersihkan tanah dijalan aspal dan untuk menjaga tanah bekas galian tidak lagi mengotori jalan tersebut.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi ke Dirut PDAM Lematang Enim Sartono membenarkan jika ada proyek pipanisasi PDAM tersebut. Namun, proyek tersebut bukan dari Pemkab Muara Enim tetapi dari Sumsel, sedangkan PDAM Lematang Enim hanya sebagai pemakai setelah selesai dikerjakan.

“Kita tahu ada proyek tersebut, tetapi seluruh prosesnya di Sumsel,” tukasnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More