intens.news
Mitra Informasi

PSBB Palembang Diperpanjang, Siswa Tetap Belajar dari Rumah

0 2.882

Intens.news, PALEMBANG – Surat Edaran Dinas Pendidikan Palembang yang menetapkan masuk sekolah pada 15 Juni mendatang, kemungkinan besar bakal direvisi. Hal ini berkaitan dengan tidak adanya nama Palembang dalam daftar 102 Kabupaten/Kota yang bakal menerapkan tatanan pola hidup baru atau new normal.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan, dengan penerapan new normal belum dapat dilakukan, pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB bakal diperpanjang. Di mana jadwal semula, untuk PSBB Palembang berakhir Selasa besok (2/6/2020).

“Untuk PSBB kita masih menunggu evaluasi. Sementara untuk anak-anak sekolah memang pada awalnya 15 Juni masuk, tapi karena ada diktum baru makan akan ditinjau kembali,” kata Ratu Dewa, dijumpai usai rapat koordinasi bersama Gugus Tugas Covid-19, Senin (1/6/2020).

Karena PSBB bakal diperpanjang hingga dua pekan, kata Dewa, maka otomatis untuk sekolah juga dipastikan belum masuk pada 15 Juni ini. Siswa masih tetap belajar dari rumah.

“Yang masuk 3 Juni itu guru PNS karena mereka mempersiapkan pola belajar mengajar serta persiapan tes pengisian rapor dan lain sebagainya. Karena selama 3 bulan ini mereka telah libur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, jadwal masuk sekolah siswa akan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.

“Memang kita memperhatikan arahan dari Menteri Pendidikan, Wali kota, dan Sekda. Di edaran saya jelas, jika tidak memungkinkan akan kita tinjau ulang. Sebelumya kami sepakat tanggal 13 Juli, namun karena kita rapat ada pertemuan tanggal 2 kita estapet saja, kita coba tanggal 15 Juni,” ungkap Zulinto.

Untuk tenaga pendidik diharuskan masuk mulai Rabu 3 Juni 2020, ini dikarenakan para guru harus mulai mempersiapkan administrasi seperti mulai mengisi raport siswa.

“Bukan tanggal 2 Juni, karena baru selesai PSBB. Jadi tanggal 3 Juni para guru kita masukkan kembali karena banyak persiapan yang mesti guru lengkapi. Sesuai kalender pendidikan bahwa 5 juni lulusan SMP, lanjut SD dan kita harus membagikan rapot. Sudah 3 bulan rasanya guru ini sudah melakukan secara virtual dan daring dari rumah, jadi laporan mereka harus dapatkan,” tuturnya.

Pada tanggal 3 Juni nanti, akan diatur berdasarkan shift guru sehingga disetiap sekolah hanya 50 persen guru yang dimasukkan secara bergantian. Sama halnya dengan sistem pembelajaran bagi siswa yang akan menerapkan absen ganjil-genap.

“Bagi guru yang punya penyakit kronis seperti jantug, diabets dan lain-lain atau yang sedang hamil kita berikan dispensasi kegiatan dilakukan dari rumah,” kata dia.

Zulinto menerangkan, ketika keputusan PSBB dilanjutkan atau tidak dan kondisi Covid-19 masih belum kondusif, maka seminggu sebelum pembelajaran tanggal 15 Juni dimulai Dinas Pendidikan rapat bersama Ombudsman dan Gugus tugas dan akan merevisi lagi surat edaran.

“Kalau PSBB lanjut, bisa jadi KBM dari rumah bisa kita lanjutkan sampai tahun ajaran baru,” ujarnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More