intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

PT MML Dianggap Kangkangi UUD, Puluhan Buruh Minta Keadilan

0 23

Intens.news, BANYUASIN – Puluhan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Banyuasin. Kedatangan para buruh ini menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka alami dengan pihak PT MML terkait perjanjian kerja. Kamis (13/02/2020).

Koordinator Aksi, Andreas OP mengatakan, ada beberapa masalah yang mereka alami yaitu pola kerja yang tidak sesuai dengan prinsip Undang-undang. Dimana persoalan pengupahan, jam kerja, waktu istirahat, kontrak kerja dan lainnya telah dilanggar.

“Tolong pembayaran pemotongan cuti borongan tahun 2019, stop perusahaan melakukan pemotongan jam kerja lembur, hapuskan pemotongan upah akibat kerusakan mesin, hentikan intimidasi kepada karyawan baik verbal maupun non verbal,” jelasnya.

Andreas mengatakan, untuk memperjuangkan hak yang harus mereka terima, mereka pun juga melakukan mogok kerja hingga masalah ini bisa diselesaikan.

“Kami meminta kepada Pihak Kabupaten Banyuasin yang dalam hal ini Bupati Banyuasin H Askolani untuk segera menyelesaikan masalah ini dan memenuhi hak kami,” tegasnya.

Menanggapi masalah itu, Bupati Banyuasin H Askolani yang menemui langsung para pengunjuk rasa mengatakan, akan memanggil langsung pihak yang bersangkutan untuk menuntaskan masalah tersebut.

“Kita akan melakukan rapat dan pada tanggal 17 Februari memanggil pihak PT yang bersangkutan untuk membicarakan hal ini untuk mencari solusi,” ujarnya.

Dirinya mengimbau, kepada karyawan untuk tetap kerja meskipun saat ini sedang dalam mencari solusi penyelesaian permasalahan.

“Alangkah baiknya tidak melakukan aksi mogok kerja dan akan merugikan baik daro buruh maupun perusahaan, kalau mogok kerja bagaimana perusahaan mau membayar,” imbau Askolani.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Ardiantara Sianipar, berterima kasih kepada para buruh yang telah melakukan aksi unjuk rasa dengan damai. Dirinya pun turut mengimbau kepada para buruh untuk segera pulang ke rumah dan tidak melakukan aksi lain yang melanggar peraturan.

“Saya minta penunjuk Rasa silahkan pulang dengan tertib, pakai helm, jangan kebut-kebutan dan kami akan Mengawal perjalanan pulangnya sampai pulang,” pungkasnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More