intens.news
Mitra Informasi

Ramadan di Tengah Pandemi

0 53

RAMADAN adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dan dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia dengan puasa (Saum), dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad menurut keyakinan umat Muslim. Perayaan tahunan ini dihormati sebagai salah satu dari rukun Islam. Bulan Ramadan akan berlangsung selama 29–30 hari berdasarkan pengamatan hilal, menurut beberapa aturan yang tertulis dalam hadis.

Mengutip dari Wikipedia, kata Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab ramiḍa atau ar-ramaḍ, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Puasa Ramadan dalam hukumnya merupakan Fardhu (diwajibkan) untuk Muslim dewasa, kecuali mengalami halangan untuk melakukannya seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui, atau sedang mengalami  menstruasi. Kewajiban berpuasa pada bulan Ramadan turun pada bulan Syabanahun kedua setelah hijrahnya umat Muslim dari Mekkah ke Madinah.

Selama berpuasa dari pagi hingga petang, Muslim dilarang untuk makan, minum cairan apapun, merokok, dan berhubungan seksual. Selain itu, mereka diperintahkan untuk menghindari perbuatan dosa untuk menyempurnakan pahala puasa, seperti berkata yang jelek (seperti menghina, memfitnah, mengutuk, berbohong) dan berkelahi. Makanan dan minuman dapat disediakan setiap hari, yakni ketika sebelum Matahari terbit (subuh) hingga terbenamnya Matahari (Magrib). Pendekatan spiritual (taubat) ketika bulan Ramadan ramai dilakukan. Berpuasa bagi Muslim saat Ramadan biasanya diikuti dengan memperbanyak salat dan membaca  Alquran.

Kekhususan bulan Ramadan bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al-Quran pada surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah 2: 183)

Di tahun ini, Ramadan agak berbeda di tahun-tahun sebelumnya, kita dihadapkan dengan pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Tercatat pada 30 April 2020, perkembangan virus Corona untuk seluruh dunia terdapat 3,125,267 kasus positif, 217,363 meninggal dunia, dan 932,530 sembuh.

Sedangkan jumlah kasus positif di Indonesia sebanyak 9,771, meninggal dunia 784, dan yang dinyatakan sembuh yakni berjumlah 1,391. Sementara di Sumsel sendiri terdapat 144 positif, 22 sembuh, dan 4 meninggal dunia.

Karena adanya pandemi Corona, pemerintah baik daerah dan provinsi telah mengeluarkan instruksi dan panduan saat beribadah di bulan suci, misalnya saja salat tidak berjemaah di masjid, tidak ada taraweh, buka bersama, dan lainnya.

Kendati demikian, tidak menyurutkan ghirah (semangat) umat muslim melaksanakan puasa ditengah pendemi Corona. Hanya saja, ada kesan yang kurang saat menjalankan ibadah puasa, tidak lengkap rasanya kalau tidak taraweh berjamaah, tidak semarak rasanya tanpa ada acara buka bersama atau lainnya.

Tapi inilah keadaanya, kita tidak bisa mengelak apa yang sudah ditetapkan pemerintah atau pun pihak terkait, ini untuk memutus mata rantai wabah Covid-19. Mau tidak mau kita harus patuh terhadap aturan yang sudah ditetapkan.

Anjuran dari WHO saat Berpuasa di Tengah pandemi

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan edaran di situs resminya agar umat muslim tetap sehat berpuasa saat Ramadan di tengah pandemi Covid-19

  1. Memenuhi kebutuhan gizi dan hidrasi saat berbuka

Kekebalan tubuh yang ekstra saat bulan Ramadan tentu harus dimiliki. Selain mempertahankan stamina di kala bekerja dan berpuasa, cukup asupan gizi pun bisa meminimalkan risiko terinfeksi COVID-19.

Untuk itu, penting agar memperhatikan asupan gizi dan hidrasi saat berbuka. Cara mudahnya, Anda bisa mengonsumsi makanan segar, bukan kemasan, tak lupa memperbanyak minum air putih.

  1. Tetap menjalankan aktivitas fisik

Aktivitas fisik juga diimbau untuk tetap dilakukan selama berpuasa. Meski memang ada pembatasan secara intensitas dan jenis gerakan yang dipilih, namun ini penting untuk tetap menjaga kebugaran. Mengingat penerapan pembatasan sosial, olahraga di dalam ruangan dan mengikuti kelas online lebih dianjurkan.

  1. Menghindari penggunaan rokok dan tembakau

Penggunaan tembakau tidak disarankan dalam situasi apa pun, termasuk selama Ramadan dan saat pandemi COVID-19. Sebab, perokok umumnya sudah memiliki kapasitas paru-paru yang berkurang. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko seseorang terjangkit virus corona dan menyebabkan seseorang tidak bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.

  1. Memperhatikan pembatasan fisik dan kebersihan diri saat beramal

Bulan suci Ramadan rasanya tidak lengkap tanpa pemberian amal kepada orang yang membutuhkan dan para yatim piatu. Apabila Anda ingin tetap bersedekah, pastikan anjuran untuk pembatasan fisik dan menjaga kebersihan diri tetap diterapkan.

Contohnya tidak menciptakan kerumunan, mengantre dalam jarak yang ditentukan, menggunakan pelindung diri seperti masker, menghindari menyentuh wajah, dan senantiasa mencuci tangan dengan air dan sabun.

Benang merahnya adalah, mari kita sama-sama berdoa, di bulan yang penuh barakah ini agar wabah corona dibumi hanguskan di Indonesia bahkan dunia. Dan mereka yang terkena positif agar lekas disembuhkan oleh Allah SWT.

Akhirnya, berpuasa ditengah pendemi tidak mengurunkan niat dan semangat kita untuk beribadah di bulan yang penuh berkah. Dan semoga doa-doa kita di Ramadan kali ini diijabah oleh Allah SWT, Amin ya Rabbal A’lamin. (**)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More