intens.news
Mitra Informasi

Ratusan Penceramah Diharapkan Jadi Penyejuk Umat

0 21

Intens.news, PALEMBANG – Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Penceramah Angkatan I di Hotel Beston Palembang, Senin (19/10/20).

Kegiatan ini dibuka Gubernur Sumsel diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Akhmad Najib serta diikuti 100 penceramah Se-Sumsel.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Sumatera Selatan, Mukhlisuddin dalam laporannya menuturkan, kegiatan ini program nasional yang digelar secara serentak. Kegiatan digelar dalam dua angkatan dengan harapan para penceramah atau dai dan daiyah di Sumsel bisa menjalankan perannya sebagai penyejuk umat.

“Kegiatan ini digelar di seluruh Indonesia. Mulai dari Jakarta hingga Papua dan Banda Aceh. Saya berharap kegiatan dapat terlaksana dengan berhasilguna dan berdayaguna bagi masyarakat. Penceramah adalah pengingat, penerang, dan penyejuk. Karena itu, para penceramah di Sumsel harus bisa menyampaikan ajaran-ajaran agama dengan cara yang baik. Apa yang keluar dari lisan kita hendaknya kebaikan dan membuat orang bahagia. Tidak ada dalam ajaran agama menyengsarakan orang. Jangan sampai kita turun dari mimbar, orang malah pusing dan susah,” tutur Mukhlisuddin.

Pada kesempatan itu, Mukhlisuddin juga mengajak para dai dan daiyah di Sumsel untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Sumsel. Khususnya dalam pembangunan agama dan keagamaan.

“Pak Gubernur punya program satu desa satu rumah tahfiz. Mari kita dukung dan bantu agar program ini bisa cepat terwujud. Ini program yang sungguh luar biasa,” tegas Mukhlisuddin.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Akhmad Najib dalam arahannya mengucapkan terima kasih atas digelarnya kegiatan ini. Menurut Najib, penceramah adalah ujung tombak dalam menyiarkan ajaran Islam.

“Bimtek ini sangat diperlukan dalam meningkatkan kompetensi penceramah sehingga bisa menyiarkan nilai-nilai Islam sesuai al Quran dan hadist,” tutur Akhmad Najib.

Dia menuturkan, agama merupakan hal sentral dalam pembangunan daerah. Tidak boleh ada konflik antar umat beragama dan tidak boleh ada sikap-sikap intoleran.

“Saya sedari kecil senang mendengarkan ceramah, salah satunya adalah KH. Rasyid Siddiq. Ceramah yang beliau sampaikan sangat menyejukkan. Penceramah seperti inilah yang kita harapkan. Bagaimana pesan-pesan agama disampaikan dengan sejuk. Saya kira kata-kata toleran diimbangi profesional sebagaimana yang jadi tujuan dari kegiatan ini, sudah sangat tepat,” tutur Najib.

Najib juga menjelaskan, Gubernur Sumsel Herman Deru memiliki perhatian besar pada pembangunan agama. Pembangunan fisik di Sumsel tidak terlepas dari pembangunan agama.

“Beliau rutin melakukan Safari Jumat untuk melihat kondisi masjid dan masyarakatnya. Itu bahkan dilakukan sejak beliau menjabat sebagai bupati, artinya sudah 15 tahun. Provinsi kita ini adalah provinsi pangan, tapi religius. Kita ingin bangun infrastruktur, namun agamis,” jelas Najib.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More