intens.news
Mitra Informasi

Rentan Stress, Siswa tidak Boleh Dibebankan Tugas Berat Selama Masa Pandemi

0 86

Intens.news, PALEMBANG – Di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 yang menimpa Indonesia, khususnya di Palembang yang masih berada di zona merah, Dinas Pendidikan masih mengambil kebijakan proses belajar mengajar dilakukan di rumah yakni secara daring.

Para guru di Palembang diminta untuk tidak membebani siswa dengan tugas berat selama proses belajar berlangsung di rumah masing-masing. Hal ini menyusul keluhan adanya laporan tugas yang berat dari tenaga pengajar.

Menurut Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Hasodo Alvian, tugas yang berat selama masa antisipasi covid-19 justru akan membuat para siswa stres. Dengan begitu, proses belajar menjadi tidak efektif.

“Murid-murid jangan dibebani dengan tugas-tugas berat. Mereka yang komplain ke saya, bukan justru belajar metode daring tapi guru memberi tugas-tugas yang banyak dengan deadline yang mepet,” katanya,

“Mungkin mereka bosan dan proses belajar daringnya itu tidak interaktif, cenderung satu arah berbentuk beban-beban tugas yang panjang,” ujarnya.

Menurut Hasodo, banyak cara untuk terus menggali kreativitas dan logika berpikir anak-anak. Mungkin ini juga masanya anak-anak lebih mendapat pendidikan karakter.

Virus corona mudah masuk pada tubuh yang sistem imunnya tengah rendah. Nah, salah satu penyebab imun rendah adalah tingginya tingkat stress. “Jadi, semaksimal mungkin, jangan buat anak didik kita stres,” ujarnya.

Dikatakannya dimaaa pandemi ini Kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak perlu memcapai target.yang penting anak sehat, namun pelayanan pendidikan masih tetap jalan.

“Dalam pembalajaran daring ini anak boleh menggunakan multimedia, boleh makai zoom kalau ada, boleh pakai whatsapp kalau tidak ada semua siswa dikasih tugas dan buku,”terangnya.

Hasodo menerangkan, dalam pengambilan tugas dan buku di sekolah diperintahkan agar orang tua yang memgambil, karena kalau orang tua begitu ambil tugas anak di sekolah terus pulang.

“Tapi kalau anak yang ambil tugas di sekolah nantinya belum tentu habis ambil tugas langsung pulang ke rumah mereka bisa saja kumpul dulu sama taman temannya sedangkan gurunya sudah tak tau lagi oleh karena dalam pengambilan tugas lebih baik orang tua,” kata Hasodo

“Kami mengimbau kepada sekolah hanya memberikan tugas yang sifatnya biasa, sesuai yang ada di buku pelajaran siswa. Tujuannya agar siswa tidak stres, dan orang tua pun tidak ikut terbebani dalam suasana virus ini,” imbuhnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More