intens.news
Mitra Informasi

Reses Pertama Dapil X, Susanto Adjis Soroti Akses Internet, Pendidikan dan Kebutuhan Pangan Masyarakat

0 263

Intens.news, BANYUASIN – Susanto Adjis, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan Dapil X, melakukan reses perorangan dengan menyerap aspirasi tahap pertama yang dimulai tanggal 21 – 26 maret 2020 di kecamatan Tanjung Lago dan Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin.

Reses tahap pertama di tahun 2020 ini mengunjungi Desa Mangaraya, Desa Kuala Puntian Kecamatan Tanjung Lago, Desa Bumi Rejo Kecamatan Selat Penuguan, Desa Tajah Indah Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin dihadiri oleh Pemuka Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat dan Unsur Pemerintahan setempat, Pimpinan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyuasin, Bank Bri cabang Muba dan Pimpinan PTPN VII Unit Desa Tebenan dan Forum Masyrakat Tajah Indah.

Reses pertama tahun 2020 Dapil X di Desa Kuala Puntian Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.

Susanto yang merupakan Politikus dari partai PDI Perjuangan ini mengatakan, reses yang dilakukan selain menyerap aspirsi, juga mengadakan sosialisasi tentang bahayanya Coronavirus Disease (COVID-19).

Menurut Adjis, di Desa Mangaraya dirinya memfokuskan bidang Pendidikan, Pertanian dan Perkebunan serta Jalur Komunikasi yang belum aktif. Oleh sebab itu, masyarakat meminta supaya adanya Pemasangan Tower provider karna belum  masuk di tersebut.

“Di desa mangaraya informasi terhambat karena internet tidak masuk, instruksi mentri pendidikan tidak bisa direalisasikan di mangaraya tapi kami informasikan juga cara pencegahannya penyebaran Corona,” katanya.

Reses pertama tahun 2020 Dapil X di Desa Tajah Indah kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin

Terkait pertanian, di desa tersebut terdapat lahan 450 hektar asam cukup tinggi sehingga dibutuhkan pupuk dolomik sebagai penetral asam, saluran air juga terdapat 19 jalur prima, untuk 1 jalur primer dibutuhkan 2300kg untuk dinormalisasikan namun hal ini belum dapat direalisasikam karna dari APBD belum ada.

“termasuk tidak ada pupuk dolomik yang penetral asam agar bisa normalisasikan saluran Air,” katanya.

Sedangkan di Desa Kuala Puntian, masyarakat meminta difasilitasi sekolah baik SMA maupun SMK, fasilitasi Kesehatan, tenaga medis termasuk bidan tidak ada di desa ini.

“Ada masyarakat bugis yang memiliki lahan 1200 Hektar, saat ini terjadinya tarik menarik sengketa tanah dari 40 kk yang di rebut PT Sawit pada hal surat Sph di pegang Suku Bugis Desa Bumi rejo masih sengketa,” tuturnya.

Reses pertama tahun 2020 Dapil X di Desa Kuala Puntian Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin.

Selain itu, pada sesi dialog di desa Tajah Indah kecamatan Betung, berbagai saran dan pertanyaan yang dilontarkan oleh warga, salah satunya menyangkut 0,75 hektar lahan pokok, 0,25 hektar perkarangan, sekitar 2000 kk sertifikat tanah yang pernah terbakar dan meminta diterbitkan duflikat sertifikat yang belum keluar lebih dari 10 tahun dari BPN Bayuasin, serta sertifikat hak perkebunan yang masih menyangkut di BRI.

“Pada masa Suharto tahun 1977 petani mulai menyadap atau memanen karet, tahun 1981 diresmikan kemudian produksi tahun 1982 karet Perkebunan Inti Raya (PIR) Jumlahnya 9 Talang Jaya dan sekarang menjadi 5 Desa diantaranya desa Purwosari kecamatan Lais Muba, desa Taja Indah, desa Taja Raya 1, desa Taja Raya 2, desa Taja Muliya kecamatan Betung kabupaten Banyuasin. Masing – masing memiliki lahan pokok 2250 persil sertifikat kali 2 hektar untuk  persatu sertifikat,” jelasnya.

Ditambakan Adjis, sedangkan lahan pangan 0,75 sama dengan 2250 kk persil sertifikat, untuk lahan pekarangan 0,25 sama dengan 2250 kk persil sertifikat.

“Agar permasalahan ini bisa ditindaklanjuti hendaknya Forum Masyarakat Tajak Indah ajukan Proposal Dprd Provinsi Sumsel,” tuturnya. (Adv)

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More