intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita
KIRI
KANAN

Retas Akun Facebook Milik Anggota Polri, Siswa SMK Negeri di Kayuangung Diringkus

0 2.047

Intens.news, OKI – Oknum pelajar SMK Negeri 3 di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), berinisial J (17), kedapatan melakukan aksi peretasan sejumlah akun media sosial Facebook. Setidaknya sudah lima akun yang berhasil dia retas.

Namun nahas bagi warga Kayuagung itu. Sasaran peretasan terakhir ternyata milik anggota polisi WW yang bertugas di Polrestabes Makassar. WW sendiri merupakan pemilik Lembaga Info Kejadian Makassar Kota (L-IKMK) yang memiliki ribuan anggota.

Akibat aksi yang dia lakukan, J kini sudah diamankan pihak berwajib. Dia diamankan di Jalan Muhtar Saleh Kayuagung depan Bank BNI pada Selasa (23/7/2019). Penangkapan ini bermula dari hasil pengembangan.

Setelah sehari sebelumnya Team Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel dibantu oleh personil Team Siber Polda Sumsel terlebih dulu mengamankan DA (23), warga  Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.

Kasubdit V Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, AKBP Musa Tampubolon mengatakan, dari hasil penyelidikan terhadap pelaku, setidaknya lima akun jadi korban peretasannya.

“Pelaku mengincar akun Facebook admin grup. Termasuk L-IKMK dengan jumlah anggota di dalam kurang lebih 620.000 anggota,” ujar AKBP Musa Tampubolon.

Aksi peretasan yang dilakukan oleh J, sasarannya adalah akun Facebook atau admin grup di Facebook, yang memiliki anggota yang tergabung dalam jumlah yang banyak.

“Pelaku akan menawarkan kembali ke akun tersebut kepada pemilik/admin dengan harga mahal. Apabila tidak terjadi kesepakatan dengan pemilik akun barulah pelaku menawarkan kepada pihak lain,” jelasnya.

Semua akun Facebook yang diretas oleh J, dibeli DA (23), dengan harga keseluruhan grup sebesar Rp1 juta.

“Setelah itu DA kembali menjual akun itu kepada pihak lain dengan memperoleh keuntungan sebesar 2 hingga 3 kali lipat dari harga yang dia beli. Dalam kegiatan transaksi jual beli akun Facebook grup ilegal ini, para pelaku menggunakan jasa pihak ketiga yaitu jasa rekening bersama,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKI Muhamad Amin mengaku belum mendapat informasi terkait hal ini. Terlepas dari itu, ia mengungkapkan keprihatinannya. “Kami menyayangkan peristiwa ini. Padahal siswa itu memiliki keahlian, tetapi salah jalan sehingga harus berurusan dengan hukum,” terangnya.

Amin mengatakan, hampir setiap saat pihaknya menghimbau siswa agar terhindar jeratan undang-undang ITE seperti kejadian ini. “Melalui sekolah masing-masing kami terus berikan himbauan, termasuk juga dalam menggunakan ponsel pintar jangan sampai berlebihan hingga mengganggu pelajaran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Kayuagung,  Maryono mengatakan sejak enam hari lalu J memang sudah tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Ia juga mengatakan telah didatangi wali murid atas nama J, Rabu (31/7/2019). Kedua orangtua meminta anaknya tidak dikeluarkan dari sekolah.

“Orang tuanya minta agar anaknya tidak dikeluarkan dari sekolah. Mereka masih berusaha mengurus J,” ungkapnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More