intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita
KIRI
KANAN

Revitalisasi Pemasyarakatan, Tingkatkan Bimbingan Warga Binaan

0 55

Intens.news, OKI – Apel pencanangan Satuan Operasional Kepatuhan Internal Lingkungan (Sat Ops Patnal) Kanwil Hukum dan HAM di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dikuti oleh perwakilan satuan kerja Pemasyarakatan seluruh Sumatera Selatan (Sumsel).

Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan upacara Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kayuagung, OKI, Rabu (14/8/2019).

Apel dipimpin langsung Kakanwil Hukum dan HAM, Sudirman D Harry, juga dihadiri oleh Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) HM Djakfar Shodiq, Forkompimda, serta Kepala UPT Pemasyarakatan se-Sumsel dan para undangan.

Pembina apel Sudirman mengatakan, pembentukan satuan operasional ini merupakan upaya revitalisasi pemasyarakatan. Upaya ini, menurut Sudirman, akan mendorong pengoptimalan petugas dalam mewujudkan peningkatan bimbingan dan pembinaan terhadap warga binaan.

“Kepatuhan internal itu bagaimana para petugas dengan mulianya menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan undang-undang,” ujarnya.

Sudirman mempercayai, dengan komitmen atas kepatuhan sebagai petugas, tidak mungkin terlaksananya melaksanakan kewajiban sebagai petugas.

“Tanpa kepatuhan, serta tanpa komitmen terhadap petugas terhadap pembinaan warga binaan tidak akan dapat diwujudkan,” jelasnya.

Target dari komitmen kepatuhan ini sendiri, ia mengutarakan harapannya. Ia menginginkan, setelah warga binaan selesai menjalani masa hukuman dapat memperoleh hasil binaan tertinggi.

“Harapan kita, mereka keluar dari sini, menjadi manusia seutuhnya yang menyadari kekeliruan dengan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum kembali,” harapnya.

Sementara itu, Kalapas Kayuagung Hamdi Hasibuan mengatakan, selama ini Satgas Kamtib di lingkungan pemasyarakatan melaksanakan tugas pencegahan dan penindakan gangguan keamanan hanya terbatas pada ruang lingkup keamanan statis yakni pemenuhan hak warga binaan.

Ia mengatakan, dengan terbatasnya seperti demikian, cakupannya belum menyentuh potensi gangguan keamanan yang bersifat dinamis yakni penyalahgunaan wewenang petugas.

“Demi memperluas tugas pencegahan dan penindakan terhadap kedua gangguan tersebut, disempurnakan menjadi satuan operasional kepatuhan internal,” tandasnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More