intens.news
Mitra Informasi

Saran Bagi yang Hobi Bersepeda, Ini Tips Kurangi Terjadinya Insiden Sakit Jantung

0 22

Intens.news, PALEMBANG – Belakangan ini tren berolahrga sepeda semakin marak baik di pagi  ataupun malam hari. Namun pada kegiatan olahraga ini kerap terjadi beberapa insiden jantung yang membuat pesepeda meninggal dunia.

Untuk itu, Dokter spesial jantung yang bekerja di Rumah Sakit Siloam Kota Palembang, Dian Zamroni, memberi saran kepada pesepeda  terkhusus untuk pemula agar mengurangi terjadinya insiden sakit jantung.

Menurutnya, sebelum berolahraga sepeda ada beberapa tahapan yang dianjurkan agar aman, misalnya saja sebelum besepada harus minimal olahraga ringan seperti senam selama 30 menit.

Sementara untuk pemula yang lagi bersemangat besepada yang sebelumnya tidak pernah olahraga minimal  3 kali dalam seminggu sebelum sepeda sudah olahrga 30 menit.

“Yang dianjurkan adalah olahraga minimal 30 menit selama seminggu 3 kali. Kalau itu sudah cukup maka bisa dinaikkan durasinya,” ungkap Dian, Sabtu (1/8/2020).

Dian mengakui, bersepeda atau olahraga jenis lainnya memang dianjurkan untuk mempertebal kesehatan jantung, termasuk bagi kalangan yang mempunyai faktor risiko serangan jantung, misalnya penderita obesitas, hipertensi, atau mereka yang lanjut usia, misalnya.

Akan tetapi, tentu saja olahraga yang membutuhkan kinerja jantung di atas rata-rata dapat langsung digenjot, apalagi untuk kalangan yang memiliki faktor risiko serangan jantung.

“Ada orang yang lagi getol-getolnya karena baru pertama kali, kemudian memaksa sehingga kapasitas fungsi jantungnya seperti digeber,” kata Dian.

“Ibarat mesin motor. Baru beli, baru diisi oli, langsung dibuat kebut-kebutan, dibawa ke Puncak, atau jalan jauh, mesinnya mati. Jadi jangan langsung digeber,” imbuhnya.

Dokter yang juga  menjadi dosen praktik di RS Universitas Indonesia itu mencontohkan, tahapan ideal yang sebaiknya ditempuh para pesepeda pemula guna menekan risiko serangan jantung.

Setelah melalui intensitas 3 kali bersepeda dengan durasi masing-masing 30 menit selama sepekan, mereka bisa perlahan-lahan menambah intensitasnya. Tambahan intensitas tersebut bisa berupa tambahan jarak tempuh dengan kecepatan konstan, dari 3 kilometer menjadi 4 kilometer di pekan berikutnya, sebagai contoh. Atau misalnya 30 menit biasanya cuma 10 kilometer per jam, nanti ditambah lagi kecepatannya. Otomatis jarak tempuhnya juga bisa bertambah,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More