intens.news
Mitra Informasi

Sekali Kirim, Sopir Pengangkut Minyak Mentah Dibayar Rp5 Juta

0 42

Intens.news, PALEMBANG – Sebanyak tujuh tersangka pengangkut minyak ilegal ditangkap jajaran Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan saat akan mengirim minyak bumi hasil sulingan tanpa izin usaha ke Provinsi Jambi, Padang hingga Riau.

Dari penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti 70 ribu liter minyak mentah yang kini dititipkan ke Pertamina dan tujuh unit truk pengankut minyak yang juga dititipkan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Pakjo Palembang.

Salah satu sopir pengangkut minyak ilegal, Amsal Djamal mengatakan, jika dirinya sudah sebanyak 15 kali melakukan pengantaran minyak mentah ilegal antar lintas provinsi.

“Dari 15 kali pengantaran, baru sekarang inilah saya tertangkap. Untuk setiap pengantaran, biasanya saya dapat upah Rp5 juta,” ujar Amsal saat diwawancarai, Jumat (23/10/2020).

Dalam pengantaran minyak mentah lintas provinsi, kata Amsal, dirinya sudah sering kali mengantarkan minyak ke Provinsi Sumatera Barat, termasuk sejumlah wilayah di Sumatera Selatan.

“Rute yang biasa saya antarkan minyak yakni ke Padang Provinsi Sumbar dan ke sejumlah Wilayah di Sumsel, begitu pula sebaliknya,” ungkap Amsal.

Dari penangkapan terhadap dirinya, polisi menyita satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel warna kuning, bermuatan minyak bumi hasil olahan jenis minyak tanah sulingan yang bermuatan 12 tedmon dengan kapasitas 10 ton.

Sementara itu Direktur Ditkrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Anton Setiawan mengatakan, dari tangan para tersangka, turut disita barang bukti 70 ribu liter atau 70 ton minyak mentah yang diamankan di Jalur Lintas Palembang-Jambi tepatnya di Desa Sukajaya Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin.

“Modus para tersangka yakni melakukan pengangkutan minyak ilegal dari sumur-sumur yang berada di seputaran Bayung Lencir,” ujar Anton.

Atas perbuatannya para tersangka terancam dijerat dengan pasal 53 huruf b UU RI No.22 tahun 2001 tentang Minyak dan gas bumi dan atau pasal 480 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana maksimal paling 4 tahun penjara atau denda mencapai Rp40 miliar.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More