intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita
KIRI
KANAN

Sekolah Diminta Harus Paham Implementasi K-13

0 7

Intens.news, PALEMBANG – Keberhasilan penerapan Kurikulum 2013 (K-13) ditentukan oleh guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Namun, sosok yang utama dalam penerapan kurikulum itu adalah guru.oleh karena itu untuk keberhasilan penerapan K13, Dinas Pendidikan Kota Palembang meminta kepada seluruh sekolah baik jenjang SD maupun SMP terutama guru harus memahami implementasi K-13.

Pasalnya, Dinas Pendidikan Kota Palembang menyoroti bahwa pemahaman dan kesiapan ketiganya dalam menerapkan kurikulum 2013 pada proses pembelajaran menjadi kunci utama keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.

“K-13 ini berbeda dengan kurikullum sebelumnya. Apalagi era teknologi saat ini memaksa guru harus benar-benar mencetak lulusan yang tak hanya cerdas tapi memiliki kreatifitas, karakter yang baik dan jiwa kepemimpinan,” ungkap kepala Bidang SMP Disdik Kota Palembang, Drs H Herman Wijaya MSi, saat dibincangi usai membuka Workshop Sistem Penilaian dan Pembelajaran di SMP Negeri 24 Palembang, Selasa (10/09/2019).

Menurutnya,  workshop yang digelar ini  merupakan perwakilan dari 6 sekolah SMP di Palembang yang dipilih untuk diberikan pelatihan tentang Sitem Penilaian dan Pembelajaran HOTs yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.

“Tantangan guru K-13 memang harus terus mengikuti era revolusi Industri 4.0 yang generasi muda jangan hanya pintar saja tapi kreatif. Makanya dari workshop ini guru diminta kreatif dan inovatif,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 24 Palembang, Ahmad Marhan SPd MSi, mengatakan, bahwa sekolahnya ditunjuk sebagai tuan rumah workshop ini dan diikuti 6 perwakilan sekolah.

“Dan dari 6 sekolah ini nanti wajib memberikan sosialisasi kepada 5 sekolah terdekat apa yang disampaikan pada Workshop kali ini,” terangnya.

Ahmad menambahkan, memang diakui bahwa banyak wawasan baru tentang sistem penilaian dan pembejaran HOTs ini sehingga memang perlu disosialisasikan.

“Termasuk di SMP Negeri 24 ini nanti setelah ini mensosialisasikan ke 5 sekolah terdekat. Misal SMP 20. SMP 30 SMP 48 dan lainnya,”ujarnya.

Dia berharap, nantinya pendampingi dapat memperkuat pemahaman mengenai Kurikulum 2013 berikut perubahannya di lapangan, serta membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah.

“Peran guru dalam menerapkan Kurikulum 2013 memang berbeda dengan kurikulum lainnya. Dulu, guru berfungsi sebagai pengajar. Tapi, saat ini guru harus menjadi fasilitator pembelajaran dengan mengintegrasikan kecakapan era Revolusi 4.0 selama proses pembelajaran,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More