intens.news
Mitra Informasi

Selain Petahana, Ini Alasan Heri Layak Ditakuti di Pilkada Pali 2020

0 310

Intens.news, PALI – Ir H Heri Amalindo, MM.,ya, itulah nama lengkap Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) periode 2016-2021. Namanya, mulai melambung kala itu disaat publik Pali sedikit mendapat bocoran (H-1 Pelantikan), jika Penjabat Bupati Pali yang akan dilantik oleh Mendagri 2013 silam adalah Heri Amalindo.

Apa yang dibicarakan publik ternyata ada benarnya, pada Senin 22 April 2013 Silam, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang kala itu dijabat Gamawan Fauzi, melantik 11 Penjabat Gubernur/Bupati dari Daerah Otonom Baru (DOB), salah satunya Heri Amalindo, Penjabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

Karir politik dari suami Hj Sri Justina ini bisa dibilang begitu mulus dan tidaklah rumit-rumit amat. Meski ia berlatar belakang dari seorang birokrat. Dua tahun mengemban tugas sebagai penjabat Bupati Pali. Ia memutuskan untuk maju di Pemilukada Pali 2015. Dalam kontestasi Pilkada pertama kali bagi DOB Pali tersebut, Heri mendapat lawan politik yang banyak dianggap oleh kalangan waktu itu tak sepadan.

Bahkan muncul anggapan publik kala itu “Buka dak dibuka, menang”. Bagaimana tidak, selain namanya yang mulai populis waktu itu di masyarakat, yang juga putra asli Desa Sukarami, Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Pali, Heri yang kala itu berpasangan dengan Ferdian (Wabup Pali sekarang_red) satu-satunya Kandidat Paslon yang diusung oleh hampir semua koalisi Partai Politik (Parpol). Sementara dua Paslon lainnya maju dari jalur independen/perseorangan.

Apa yang diprediksi publik lagi-lagi menjadi kenyataan. Pasangan Hafal (Heri-Ferdian), akhirnya keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara yang begitu signifikan, jauh dari pesaingnya, yakni meraup suara di atas 70% lebih.

Pilkada Pali 2020?

Jika tak ada perubahan, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak, kembali akan dilaksanakan di Indonesia pada Seftember 2020 mendatang. Setidaknya ada 7 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan yang akan ikut serta dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Dimana, tahapannya akan dimulai pada Bulan September tahun ini. Salah satu daerah yang juga akan menyelenggarakannya adalah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

Lantas, bagaimana peluang dan tantangan petahana saat ini, serta para penantangnya dalam kontestasi Pilkada tahun depan?

Pemerhati Politik yang juga Forum Demokrasi Sriwijaya, Bagindo Togar, beberapa waktu yang lalu angkat bicara mengenai hal tersebut.

Mencermati popularitas dan elaktibilitas pasangan petahana Kepala Daerah di Kabupaten Pali, menurutnya masih cukup tinggi mendapat dukungan dari masyarakatnya.

Dikarenakan kinerja pemerintah relatif memberi kepuasan terhadap publik Pali, dimana pembangunan infrastruktur, pelayanan bagi masyarakat dan gaya kepemimpinan yang populis cukup dirasakan warga daerah tersebut.

Namun, Bagindo berpendapat hal tersebut Bukan berarti pemerintahan daerah tidak memiliki ragam sisi lemah yang kelak disoroti secara lebih kritis oleh para penantang berikut pendukungnya.

“Dalam area moment dan etika ‘political games’ sesungguhnya, kemampuan membangun serta mengolah kesempatan dan tantangan menjadi peluang, sebagai wujud seni berpolitik dalam konteks implementasi berdemokrasi. Maka, petahana tak boleh lengah juga sepele, ketika merespon kompetisi dalam Pilkada serentak di Kabupaten Pali tahun depan,” ujar Bagindo.

Tingkat kepuasan masyarakat menurut Bagindo yang cenderung berubah juga meningkat, membutuhkan kepekaan, filter serta instrumen yang efektif dalam mengartikulasikan aspirasi maupun expektasi publik sebagai pemilih atau pendukung kebijakan.

“Bisa saja, rakyat Pali berkeinginan lompatan kebutuhan dan harapan atas program-program pembangunan didaerahnya. Ketika Petahana tak mampu mengakomodirnya, maka ini menjadi isu kritis atau moment mencuri peluang untuk menekan sekaligus mendelegitimasi kisah sukses petahana saat ini,” timpal Bagindo.

Heri adalah seorang Petarung?

Meski mengandung diksi yang sedikit seram. Penulis ingin mengajak pembaca agar positif thinking dalam mengartikan penggunaan diksi ‘petarung’ tersebut. Yakni, sebagai orang yang pantang menyerah atau memiliki jiwa semangat yang tinggi.

Kalimat tersebut, seingat penulis pernah diucapkan Heri dalam beberapa moment dan kesempatan. Salah satunya pada sejumlah wartawan online di rumah jabatan Bupati Pali. Serta pada saat pelantikan salah satu organisasi kewartawanan (IWO Pali) belum lama ini. Meski pada kesempatan ini Heri nampak mengemasnya dalam bahasa yang lebih halus.

“Yang bisa “….” Heri Amalindo, adalah Hj Sri Justina,” kata Heri seraya di sambut gelagat tawa tamu yang hadir.

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More