intens.news
Mitra Informasi

Sembuh dari COVID-19, Pasien Tetap Harus Waspada Dalam Tiga Bulan

0 7

Intens.news, PALEMBANG – Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono, mengatakan mereka yang sudah pernah terinfeksi COVID-19 dan sudah sembuh akan membentuk antibodi terhadap virus corona. Hal ini membuat pasien tersebut kecil kemungkinan akan kembali terinfeksi.

“Dengan adanya antibodi itu, kecil kemungkinan kembali terinfeksi virus yang pertama kali terdeteksi ada di Wuhan, China. Namun, antibodi yang sudah terbentuk itu bertahan tiga bulan pasca dinyatakan sembuh dari COVID-19,” jelasnya, Jum’at (16/10/2020).

Ia menambahkan, lewat dari jangka waktu tiga bulan, mantan pasien COVID-19 sangat disarankan untuk tidak terlalu merasa bebas, bahwa dirinya tidak bisa tertular COVID-19 lagi.

Dia menyebutkan, dengan mengacu pada data yang ada saat ini, angka sembuh pasien COVID-19 di Sumsel sebesar 76 persen. Dengan kata lain, tinggal 24 persen imunitas masyarakat dan hanya sepertiganya saja yang ada potensi penularan.

“Sepertiga dari 24 persen itu 8 persen. Misalnya, dihitung dengan teliti di bawah 10 atau 5 persen. Jadi, kalau kemungkinan orang yang kena tertular lagi kecil,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, orang yang terinfeksi Covid-19 dengan disertai gejala menunjukkan antibodi tidak sekuat yang tidak bergejala. Hal yang membedakan orang positif COVID-19 dengan penyakit penyerta adalah masa penyembuhan (recovery) yang lama. yang harus disadari, pasien vb-19 yang bergejala maka akan semakin panjang lama proses penyembuhan.

“Pasien yang ada batuk dan demam harus ada evaluasi untuk penyakit penyerta. Ada pasien saya diperiksa sudah sebulan masih ada yang positif. Jadi, memang polanya jadi berbeda,” tandasnya.

Sementara itu, untuk kasus tanpa gejala diprediksi dalam masa sepuluh hari pemeriksaan tes usap hasilnya negatif. “Saya menemukan kasus, ada yang terinfeksi Covid-19 pada September sudah negatif, akhir Oktober negatif. Katanya awal Oktober positif ternyata setelah diperiksa tidak positif hanya ada fragmen virus. Tidak ada kemungkinan reinveksi atau penularan kembali,” terangnya.

Yuwono menekankan, penyandang Covid-19 harus lebih ketat menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian seperti tidak berkumpul dengan orang banyak dan menggunakan masker.

Khusus untuk orang yang pernah tertular Covid-19 dan ada gejala, disarankan untuk rutin lakukan pemeriksaan kesehatan, cuci tangan pakai sabun, dan tidak berkerumun. “Imunitas pun harus dinaikkan, tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, olahraga dan tidak stres,” tuturnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More