intens.news
Mitra Informasi

Sempat Anjlok Saat Pandemi, Kini Barang Pecah Belah dan Sovenir Pernikahan Mulai Diburu Masyarakat

0 43

Intens.news, PALEMBANG- Selama pandemi COVID-19 segala aktivitas warga banyak yang tertunda seperti kegiatan yang berhubungan mengumpulkan orang banyak atau melakukan hajatan dan sebagainya. Hal itu  sangat berdampak pada pengusaha pecah bela, souvenir dan sebagainya.

Hal itu dirasakan oleh penjualan barang pecah belah di Kedaung Tableton Palembang, menurut Candra Wati selaku Supervisor toko ini menyatakan, selama masa pandemi kemarin omset pendapatan menurun 50 persen. Namun setelah new normal diberlakukan, dan hajatan diperbolehkan oleh pemerintah omset pendapatan meningkat tetapi secara signifikan saja.

“Kalau dulu itu nurun 50 persen secara drastis apalagi hajatan saat itu tidak dibolehkan. Tapi Alhamdulillah sekarang udah naik walaupun  tidak seperti sebelum pandemi, setidaknya tidak anjlok kayak waktu pandemi kemarin,” ucapnya, Senin (16/112020).

Menurutnya, saat ini omset pendapatan perhari meningkat 10 persen per harinya. Ditambah menurutnya setelah new normal ini masyarakat mulai berbondong-bondong melakukan hajatan secara terus menerus.

Kendati demikian, untuk membuat keadaan pendapatan kembali normal seperti sebelum pandemi, pihaknya menyatakan melakukan strategis penjualan dengan cara melakukan promo per item barang ataupun memberi konsumen hadiah dengan batas minimal pembelian.

“Walaupun sudah naik tapi kami tetap harus melakukan strategi baru dalam penjualan, karena kami harus memenuhi target beberapa bulan yang anjlok kemarin karena pandemi,” ungkapnya.

Hal yang serupa pun dialami oleh seorang pengusaha souvenir nikahan berupa undangan dan sovenir Ucapan terimakasih yang berada di Jalan 26 Ilir Kota Palembang ini.

Hamidah pemilik toko sovenir ini menyatakan, bahwa sejak pemerintah mengizinkan masyarakat untuk melakukan hajatan, usahanya kembali dipenuhi orderan.

“Dulu saat pandemi yang harusnya kartu undangan itu udah bisa diambil di cancel sama klien karena tidak boleh lakukan hajatan jadi terpaksa uang kami bagi setengah karena posisinya kartu tersebut telah jadi. Kerugian kami bisa mecapai 80 persen. Karena yang mesen saat itu banyak tapi semua batal,” keluhnya.

Namun ia bersyukur kerugian yang dialaminya saat pandemi, sekarang berbuah manis lantaran dalam bulan ini omset pendapatannya langsung normal kembali.

“Tapi itulah ya setiap cobaan pasti ada hikmahnya, sekarang kerugian kami itu malah diganti Allah dua kali lipat Alhamdulillah.  Saya berharap agar virus COVID-19 ini segera hilang dan tidak banyak lagi memakan korban dan masyarakat kehilangan mata pencarian,” tandasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More