intens.news
Mitra Informasi

Sepakbola Melawan Corona

0 16

PENYEBARAN virus corona atau Covid-19 yang begitu cepat, membuat agenda sepakbola di dunia menjadi berantakan. Tak sedikit, kompetisi di berbagai negara diakhiri lebih cepat.

Sejumlah negara yang mengakhiri kompetisi di tengah pandemi virus corona musim ini, di antaranya yaitu, Ligue 1 Prancis, Eredivisie Belanda, dan Liga Belgia. Sementara di beberapa negara lain, kapan bergulirnya kembali kompetisi belum ada kepastian.

Kendati demikian, ada juga negara yang ‘nekat’ melanjutkan sisa kompetisi. Bahkan, Liga Jerman sudah digulirkan kembali sejak 16 Mei 2020. Di bulan Juni ini, juga ada beberapa federasi yang berencana menutaskan kompetisi di negaranya.

Antara lain ialah Liga Inggris. Premier League, salah satu kompetisi paling elit di dunia, berlanjut pada 17 Juni ini. Kompetisi digulirkan hingga tuntas demi mendapatkan juga sejati di negeri Ratu Elisabeth.

Sebagai pembuka, laga big match antara Manchester City menghadapi Arsenal di Etihad Stadium, Manchester, bakal menjadi penanda bergulirnya Liga Inggris di masa pandemi virus corona.

Selain Liga Inggris, Liga Spanyol rencananya juga akan dilanjutkan pada bulan ini. Tak ingin ketinggalan, Serie A Italia pun berencana ingin menyelesaikan sisa pertandingan musim 2019/2020.

Meski digelar kembali, namun suasana pertandingan sebelum dan saat pandemi virus corona seperti sekarang, tentu memiliki perbedaan. Demi menghindari terjadinya penularan, beberapa trandisi pertandingan akan ditiadakan.

Seperti layaknya jabat tangan antara pemain, hingga menggelar pertandingan tanpa penonton. Protokol kesehatan wajib dikedepankan agar tak ada lagi pesepakbola maupun ofisial yang terpapar corona.

Ya, sebelumnya ada sejumlah pesepakbola yang dinyatakan positif corona. Di antaranya pemain bertahan Juventus, Daniele Rugani. Selain Rugani, dua rekan satu timnya, Blaise Matuidi dan Paulo Dybala, juga dinyatakan positif.

Tak hanya pemain Juventus, virus corona juga menyerang para pemain Sampdoria. Tercatat ada 7 punggawa Sampdoria yang terpapar corona, Manolo Gabbiadini, Omar Colley, Albin Ekdal, Antonino La Gumina, Morten Thorsby, Fabio DePaoli, dan Bartosz Bereszynski.

Dari Liga Inggris, pelatih Arsenal Mikel Arteta juga sempat positif, meski kini sudah dinyatakan sembuh. Selain nama-nama tersebut, sebenarnya masih banyak figur dunia sepakbola yang ‘diserang’ virus corona.

Beruntungnya, belum ada kabar yang menyatakan figur-figur tersebut sampai meninggal dunia. Bahkan, sejumlah negara itu pun kini sudah siap untuk ‘melawan corona’ dengan menggulirkan kembali kompetisi.

Keberanian federasi dari negara-negara yang melanjutkan kompetisi sebenarnya patut diapresiasi. Mereka tidak ingin menghentikan kompetisi tanpa penentuan juara dan degradasi hingga akhir.

Meski begitu, tak sedikit pula yang menuding bahwa berlanjutnya kembali kompetisi di beberapa negara hanya demi pertimbangan bisnis, tidak semata untuk mencari juara sejati. Tudingan itu diutarakan pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps.

Dilansir dari Football Espana, Deschamps menilai, negara yang melanjutkan kompetisi ini terkesan memaksakan. Ia menyoroti adanya ketimpangan dalam mengambil keputusan, dalam artian, tak semua level kompetisi di negara tersebut kembali bergulir.

Kondisi tersebut sebetulnya memang tak pernah dibantah. Di Jerman, klub-klub Bundesliga terancam mengalami kesulitan finansial andai kompetisi tak dilanjutkan, sebab mereka cukup bergantung pada pemasukan dari hak siar televisi, yang tak akan turun sepenuhnya jika liga dihentikan.

Di Inggris, ada potensi kerugian hingga 1 miliar paun atau setara Rp19 triliun, jika Premier League musim ini gagal dituntaskan, sebagaimana yang pernah diungkapkan Kepala Eksekutif Liga Inggris, Richard Masters. ***

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More