intens.news
Mitra Informasi

Siap-siap di Suntik Vaksin Anti Corona

0 24

PROVINSI Sumatera selatan sudah menerima 58 ribu dosis vaksi Covid-19 buatan Sinovac asal Tiongkok. Rencananya, tahap awal akan didistribusikan di 7 Kabupaten/Kota yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Ilir (OI), Pali, Palembang dan Prabumulih.

Artinya, dalam waktu dekat kita semua akan mendapatkan jatah vaksin tersebut yang akan di suntikkan ketubuh kita masing-masing. Bahkan untuk kota Palembang sendiri, pertanggal 14 Januari akan datang, pelaksanaan suntik vaksinasi akan di lakukan di 41 Puskesmas dan 19 Rumah sakit.

Untuk diketahui, vaksin anti covid-19 adalah buatan Sinovac Biotech Ltd (Sinovac) perusahaan farmasi dari China yang memang sudah dikenal memiliki dedikasi yang tidak diragukan. Vaksin COVID-19 Sinovac dikembangkan dengan metode inactivated. Artinya virus yang berada dalam vaksin sudah dimatikan dan tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.Inactivated adalah metode paling umum dalam pembuatan vaksin. Dalam vaksi tersebut terdapat zat Aluminium hidroksida, yang bahan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan vaksin. Larutan fosfat berfungsi sebagai penstabil atau stabilizer vaksin. Dan Natrium klorida sebagai isotonis untuk memberikan kenyamanan saat penyuntikan. Natrium klorida yang digunakan dalam vaksin COVID-19 sesuai dengan standar kefarmasian.

Pada dasarnya, penyuntikan vaksin tersebut tidak jauh berbeda dengan imunisasi yang di dalamnya terdapat virus yang di lemahkan. Masing-masing orang yang di suntik akan merasakan beberapa efek, seperti demam, mual, dan lainnya. Perbincangan mengenai asal vaksin yang dari negeri Tiongkok ini sangat beragam. Banyak orang yang meragukannya, lantaran mainset negatif yang selalu timbul karena produk tersebut dari Cina. Padahal, hal tersebut tidak ada kaitannya dengan produk KW (Palsu), yang sangat banyak beredar di pasaran. Pemerintah sudah seupaya mungkin untuk mengatasi penyebaran virus mematikan tersebut, yang hingga kini terus menginveksi seluruh rakyat.

Dengan tetap berfikiran positif, seharusnya kita semua berbangga hati terhadap kinerja Pemerintah yang berupaya keras “menyelamatkan” hidup orang banyak. Meski dari laporan pemberitaan di ketahui, efektifitas anti virus tersebut tidak semuanya efektif memberikan efek yang signifikan. Seperti di Brazil, ternyata hanya 50 persen saja memberi pengaruh pada orang yang di suntik. Berbeda dengan Turki yang melaporkan bahwa 91 persen orang yang di suntik berefek kebal terhadap virus Corona tersebut.

Nah, vaksin Sinovac hingga kini belum mengumumkan bagaimana kemanjuran obat tersebut mengatasi virus berbahaya itu. Sedangkan warga Indonesia secara bertahap akan segera di suntik vaksin. Entahlah, di tengah keraguan itu mungkin banyak di antara kita yang akan menolak, atau sebaliknya berusaha untuk mendapat suntikan tersebut agar kebal dari virus Corona yang ternyata terus berkembang dan semakin kuat.

Pemerintah mungkin tidak akan memaksakan warga untuk mendapatkan suntikan vaksin, tetapi tahapan administrasi juga tetap harus dilalui. Boleh saja kita menolak tapi harus menandatangi surat pernyataan penolakan yang di lebeli materai dan tandatangan basah. Demikian juga sebaliknya, jika kita akan menerima suntikan vaksin, kita pun harus menandatangani surat pernyataan resmi. Semoga segala bencana dan penyakit menjauh, dan rakyat dapat kembali hidup aman, nyaman, dan sejahtera. Aamiin. (****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More