intens.news
Mitra Informasi

Sidang Kasus Pembunuhan Calon Pengantin Sempat Diwarnai Kericuhan

0 20

Intens.news, PALEMBANG – Sidang kasus perkara pembunuhan yang dilakukan oleh dua kakak beradik di Jalan Macan Lindungan terhadap seorang calon pengantin atas nama Rio Pambudi (korban Alm) masih terus bergulir di ruang sidang Pengadilan Negeri Kelas 1 A  Khusus secara virtual, Jumat (20/11/2020).

Identitas dua terdakwa tersebut ialah Oka Candra Dinata (28) bersama adiknya Rizki Ananda alias Jack (22)  yang diduga  melakukan pembunuhan  karena sakit hati terhadap ucapan tetangganya sendiri pada bulan Juli 2020 lalu.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Efrata Tarigan ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi sekaligus terdakwa yang dilakukan secara virtual.

Saksi yang didatangkan hari ini merupakan saksi pembela yang dihadirkan oleh kuasa hukum terdakwa yakni kedua orang tua terdakwa atas nama Antoni (49) dan Anita (50).

Dalam persidangan kali ini, Antoni dan Anita dicecar sejumlah pertanyaan baik itu dari hakim anggota, hakim ketua, Jaksa Penuntut Umum, ataupun Kuasa hukum terdakwa.

Dari pertanyaan hakim ketua Efrta tarigan kedua saksi itu mengakui bahwa saat peristiwa itu terjadi, Antoni dan Anita, juga berada di lokasi kejadian.

Bukan hanya itu, Antoni juga mengakui, hubungan keluarganya dengan keluarga korban sebagai tetangga memang kurang baik.

“Memang sebelum pertikaian, sudah ada cek-cok mulut. Kalau tidak salah karena persoalan monyet,” ujarnya.

Namun, kata Antoni, keributan itu sudah berakhir damai. Keluarganya juga sudah meminta maaf kepada keluarga korban yang juga disaksikan aparat RT setempat.

“Kami juga beri pisang kepada keluarga Rio sebagai bentuk permintaan maaf,” ujarnya.

Saat peristiwa berdarah itu terjadi, Antoni mengatakan dirinya sudah semaksimal mungkin berusaha melerai keributan yang terjadi. Namun upaya itu sia-sia lantaran emosi kedua anaknya yang sudah begitu memuncak.

“Saya lerai sampai baju anak Saya (terdakwa Okta) robek. Tapi tidak bisa menghentikan ribut itu. Dia (terdakwa Okta) ambil pisau mungkin karena sudah merasa kalah. Karena setelah dorong-dorongan dengan korban, dia sempat terjatuh. Jadi emosinya semakin tinggi saat itu,” ujarnya.

Saat memberikan keterangan, pihak korban sempat ricuh lantaran menurut Melisa  kakak kandung korban semua pengakuan saksi itu berbohong.

“Harap tenang, karena selama dipersidangan semua diperbolehkan untuk memberi ucapan apapun namun kami tetap yang akan memutuskan. Dan kami bisa menilai mana pengakuan yang berbohong atau pun tidak,” Tegas Efrata saat persidangan secara virtual tersebut terjadi keributan.

Setelah seluruh pertanyaan hakim maupun yang lainnya selesai, maka kedua saksi pun diperbolehkan untuk meninggalkan jalannya persidangan.

“Baiklah karena semua sudah tidak ada lagi yang ditanyakan maka kami akan lanjut untuk meminta keterangan terdakwa dan saksi dipersilahkan untuk meninggalkan jalannya persidangan,” ucap hakim Efrata.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More