intens.news
Mitra Informasi

Sidang Pembacaan Tuntutan Ditunda, Kuasa Hukum Terdakwa Pembunuhan Diskotik CS Kecewa

0 18

Intens.news, PALEMBANG – Sidang pembacaan tuntutan terhadap Deby Kurniawan (21) terdakwa pengeroyokan sekaligus pembunuhan  ditunda Minggu depan lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Murtadlo sedang berada diluar kota sehingga berkas tuntuan belum disiapkan, Selasa (15/9/2020).

Menurut Kuasa Hukum Terdakwa Rizal menyatakan, sangat menyayangkan hal tersebut, apalagi hal ini sangat sering terjadi dalam persidangan-persidangan lainnya. “Tentu ini sangat merugikan, selain membuang-buang waktu masa tahanan terdakwa juga jadi diperpanjang,” keluhnya.

Untuk itu ia berharap agar para JPU bisa lebih baik lagi kedepannya agar tidak adanya lagi penundaan sidang kedepannya.

“Semua pasti ingin perkara kasusnya segera cepat selesai baik hakim, kami  sebagai pengacara, maupun terdakwa. Karena semuanya ini bermain dengan waktu,” katanya.

Dalam dakwaan Deby Kurniawan (21) pelaku merupakan  pengeroyokan dan pembunuhan  pada tahun 2017 lalu di parkiran  motor diskotik Center Stage  Jalan RM Soekamto ini berhasil ditangkap pihak Jatanras Polda Sumsel.

Pelaku yang 2 tahun menjadi DPO ini berhasil di tangkap saat sedang berlibur ke Pagar Alam beberapa hari lalu.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kanit IV  Kompol Zainuri di halaman Jatanras Polda sumsel hari ini Senin (13/4/2020). “Pelaku ditangkap di sebuah villa di  Pagar Alam,” ucapnya.

Pelaku yang tinggal di Jalan Naskah Km 7 ini mengaku selama dirinya 2 tahun menjadi DPO, Ia tidak pernah keluar dari Luar kota, hanya saja tidak pernah berdiam diri di rumahnya.

“Di Palembang inilah aku tidak kemana- mana cuma selalu tidur di kosan teman pindah- pindah,” terang Deby.

Dijelaskannya, ia ke Pagar Alam bukan untuk melarikan diri tetapi memang berlibur mengikut teman-temannya. “Tidak, cuma liburan aja di Pagar Alam tidak niat kabur kesana,” ucapnya.

Menurutnya, saat melakukan aksi pengeroyokan pada tahun 2017 silam lalu, ia berperan sebagai yang menusuk pelaku sebanyak 2 kali beserta membawa pisau untuk membunuh korban.

Hal itu pun dilakukannya saat sedang mabuk dan dikompori oleh pelaku Manda yang masih DPO hingga saat ini.

“Tugasku nusuk sama bawa pisau aja. Aku juga tida tau berapa kali nusuk karena aku waktu itu dalam keadaan mabuk dan itu pun karena dikompori sama Manda,” ucapnya.

Menurut Kompol Zainuri, pelaku ditangkap di Pagar Alam malam tadi dengan bantuan Polsek Pagar Alam.

Namun saat  di tangkap, pelaku hendak kabur dan  melakukan perlawanan sehingga pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur di kaki kiri pelaku.

Kini pelaku akan di kenakan hukuman pasal 170 KUHPIDANA dengan hukuman paling lama 5 tahun penjara. “Pasal 170 paling lama hukuman 5 tahun penjara,” terangnya.

Diakhir wawancara Deby pun menyampaikan pesan kepada pelaku Manda (DPO) agar menyerahkan diri. “Manda nyerahlah jangan kabur lagi,” ucapnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More