intens.news
Mitra Informasi

Siklus Cuaca di Sumsel Tak Menentu 

0 17

Intens.news, PALEMBANG – Siklus cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan saat ini tak menentu, hal itu terlihat dengan prakiraan cuaca, khususnya di kota Palembang saat ini.

Kepala Unit Analisa Dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan saat ini wilayah Sumsel sekarang sudah memasuki musim hujan.

“Sehingga pola kejadian hujan harian seperti panas di siang hari lalu hujan di sore atau malam hari, merupakan siklus yang memang biasa terjadi,” ujarnya, Sabtu (21/11/2020).

Menurut Sinta, tak menentunya siklus cuaca itu, terlihat saat siang, cuaca terasa panas dengan matahari yang bersinar terang, namun pada sore hingga malam hari kerap kali turun hujan dengan intensitas cukup kencang.

“Fenomena ini dikarenakan adanya pertumbuhan awan hujan dibantu oleh panas dari sinar matahari mengalami proses konvektif yang akan mencapai tingkat matangnya pada siang hari,” katanya.

“Kemudian akan luruh menjadi hujan di sore atau malam hari. Untuk fenomena La Nina sendiri pengaruhnya hanya menambah suplai uap air di wilayah Indonesia. Dampaknya curah hujan bisa menjadi lebih tinggi pada musim hujan ini. Tidak berhubungan langsung dengan waktu kapan terjadinya hujan,” jelasnya.

Meski begitu, Sinta tetap mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrim di musim penghujan ini. Seperti potensi bencana hidrometeorologi yang bisa saja terjadi seperti genangan, banjir, atau kerusakan infrastruktur akibat angin kencang.

Termasuk dengan yang biasanya muncul menjelang hujan seperti angin kencang, kilat atau petir dan hujan lebat.

“Maka, upaya masyarakat yang perlu dilakukan untuk menyikapi kondisi cuaca saat ini diantaranya dengan membersihkan saluran air, membawa payung atau jas hujan bila beraktivitas di luar rumah atau mengurangi aktifitas di luar rumah pada saat cuaca buruk terjadi,” jelasnya.

Sinta menyebut, tak kalah penting, masyarakat tetap selalu menjaga kesehatan, dan waspada potensi banjir atau longsor di daerah rawan bencana.

“Masyarakat dihimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial info BMKG, atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat,” terangnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More