intens.news
Mitra Informasi

Siswa, Guru dan Orang Tua Murid Keluhkan Dampak Belajar Daring

0 11

Intens.news, PALEMBANG – Ketika sistem belajar daring atau online mulai diterapkan pada saat pandemi ini, beberapa permasalahan pun bermunculan. Hal tersebut tidak lain dipicu oleh tidak bertemunya kedua pihak, baik pengajar maupun peserta didik akan sistem belajar tersebut.

Namun yang paling menjadi sorotan dalam hal ini adalah ketidaksiapan pengajar, fasilitas yang kurang mendukung dan kesenjangan digital yang jika tidak ditangani dengan baik, akan memicu kegagalan proses belajar mengajar secara online.

Selama ini para pengajar sudah memiliki kesiapan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Ketika dihadapkan dengan opsi sistem pembelajaran online, para pengajar mendadak menemui jalan buntu. Minimnya pengalaman dalam hal ini yang menjadi penyebanya.

Lia Novita guru kelas IV B di SD N 143 mengatakan, proses KBM melaui daring selama pandemi Covid-19 memang tidak dipungkiri banyak kendala yang dihadapi seperti kesulitan guru dalam memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik.

“Selain itu juga, gangguan sinyal dan handphone siswa tidak mendukung pada saat menjelaskan materi pembelajaran kepada anak didik. Bagi siswa kurang mengerti materi pembelajaran yang diberikan, mereka bisa bertanya langsung melalui WhatsApp guru yang bersangkutan,” ujarnya, Sabtu (20/2/2021).

Menurutnya, KBM melalui daring ini dinilai kurang efektif. Salah satu contohnya, jika siswa diberikan tugas pekerjaan rumah atau soal sebagai bentuk evaluasi pembelajaran, sebagian besar wali murid yang mengerjakannya bahkan sumber jawabnya sama persis di google.

Sofiyah, salah satu wali murid SDN 143 berharap, KBM tatap muka secara langsung dapat segera dilaksanakan. Menurutnya, waktu anak di rumah lebih banyak untuk bermain dari pada  belajar.

Sebagai ibu rumah tangga, dirinya sangat kewalahan dalam mengawasi KBM daring lantaran banyak tugas rumah tangga. ” Ya saya harus mencuci, memasak dan urusan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu KBM daring ini sangat merepotkan, “ujarnya.

Sementara itu, Laila Maharani siswa kelas IV.B SD N 143 Palembang mengaku sudah ingin belajar tatap muka secara langsung di sekolah.

“Jadu bisa bermain dan bercanda bersama teman-teman. Kalau belajar online, terkadang kurang dipahami ketika ingin bertanya, trus kadang sinyal gangguan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, belajar daring sering membuatnya kewalahan, apalagi tugas yang diberikan guru menumpuk.

“Enak belajar tatap muka, selain pembelajaran yang diberikan guru di depan kelas kita cepat paham kalau ada yang tidak kita mengerti kita langsung bisa bertanya,” ucapnya polos.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More