intens.news
Mitra Informasi

SMA Negeri 3 Ciptakan Hand Sanitizer Berbahan Lidah Buaya

0 162

Intens.news, PALEMBANG – Sekolah di Palembang terus berinovasi dalam menciptakan hand sanitizer, pembersih tangan yang digunakan untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Setelah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3, kini giliran Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Palembang, yang membuat inovasi produk serupa. Dalam proses pembuatan, SMA Negeri 3 memanfaatkan tanaman Lidah Buaya sebagai bahan utamanya.

Guru Kimia SMA Negeri 3 Palembang, Sopian Asnawi menjelaskan, pembuatan hand sanitizer dari bahan utama Lidah Buaya ini sebagai pengganti gliserol, yang dicampur alkohol, dan cologne pewangi.

Selain itu, pembuatan ini dilakukan karena hand sanitizer saat ini menjadi salah satu media pencegahan yang mulai langka, dan harganya mulai melonjak naik di pasaran.

“Mengingat hand sanitizer saat ini sudah langka, jadi muncullah ide dari kepala sekolah untuk membuat sendiri untuk lingkungan sekolah. Hand sanitizer yang kami buat tersebut berbahan Lidah Buaya yang menggunakan standar WHO,” jelasnya, Jum’at (20/3/2020).

Dia menjelaskan, untuk cara pembuatannya ialah Lidah Buaya dikupas dan hanya diambil bagian dagingnya. Lalu dagingnya diblender, terus disaring di kertas penyaring. Setelah itu, dicampurkan dengan alkohol 70 persen dan cologne sebagai pewangi. “Lalu dikocok-kocok dan bisa langsung dipakai,” bebernya.

Hingga saat ini, kata Sopian, pihaknya sudah memproduksi sampai 6,5 liter atau setara 60 botol ukuran 100 mililiter. “Kita belum bisa melibatkan siswa karena suasana masih libur. Nanti setelah masuk kita akan libatkan siswa karena ini akan kita produksi untuk di kalangan sekolah dulu,” ujarnya.

Dia memastikan, bahan yang digunakan aman dan tidak berbahaya. “Alhamdulilah sudah diuji coba tidak apa-apa dan aman. Dan mengenai biaya sekitar Rp150 ribu karena kita membeli alkohol, botol, cologne dan Lidah Buaya,” ungkapnya.

Kepala SMA Negeri 3 Palembang, Purwiastuti Kusumastiwi, mengatakan wilayah Sumatera Selatan ditetapkan sebagai kategori waspada mengenai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Akibatnya masyarakat pun beramai-ramai melakukan pencegahan dengan menggunakan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan untuk menangkal virus, sehingga hand sanitizer sulit didapat.

“Ini merupakan salah satu pencegahan sejak dini virus corona dan menerapkan cara hidup sehat dan lingkungan sekolah bersih,” terangnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More