intens.news
Mitra Informasi

SMK Wajib Bekali Siswa Jiwa Entrepreneur

0 16

Intens.news, PALEMBANG – Di era pandemi seperti saat ini, sekolah masih dituntut terus berinovasi mengembangkan dunia pendidikan bagi siswa-siswi khususnya dalam dunia wirausaha sebagai bekal nanti saat siswa-siswi telah masuk dalam dunia kerja.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan melalui Kasi Kurikulum, Awalludin mendorong, agar peserta didik untuk tingkat SMK diajarkan berwirausaha atau entrepreneur sejak usia dini.

Awalludin mendorong, agar anak SMK diajarkan berwirausaha atau entrepreneur sejak sekarang dalam mewujudkan generasi emas yang mandiri dan berjiwa sosial serta solutif.

Untuk mewujudkan hal ini, kata dia, guru atau pendidik juga wajib memiliki jiwa entrepreneur atau yang Awalludin sebut teacherpreneurship.

“Untuk melahirkan seorang entrepreneur diperlukan juga sosok entrepreneur, yaitu para guru, para pendidik yang memastikan proses belajar-mengajar di sekolah kejuruan itu sudah memasukan konsep teacherpreneurship,” kata Awalludin, Selasa (23/02/2021).

Teacherpreneurship ini adalah konsep di mana para guru mampu memberikan materi-materi terbaik dan berkualitas. Namun, juga memiliki waktu luang untuk bisa menginkubasi ide dari anak-anak didik.

“Guru harus mendorong jiwa kepemimpinan dalam setiap materi yang diberikan kepada peserta didik, karena anak-anak kita ini akan menjadi generasi yang membawa Indonesia ke arah lebih baik lagi. Kita harus pastikan lapangan kerja yang berkualitas diisi oleh putra dan putri bangsa, bukan untuk tenaga kerja asing,” ucap Awalludin

Meski mendorong guru menjadi Teacherpreneurship, namun Awalludin mengingatkan agar para guru dalam mengajar peserta didik memasukan nilai-nilai kearifan lokal atau adat budaya milik bangsa. “Para guru harus menulis kurikulum berdasarkan cultural agility atau kearifan lokal,” tegasnya.

Ditambahkan Awalludin, Berjiwa berentrepreneur bagi bagi siswa tidak ada batas selagi sepanjang mereka mempunyai kemauan untuk berusaha artinya tidak dibatasi sesuai dengan program keahlian mereka jadi luas jangkauannya.

“Bisa juga entrepreneur itu digali dari kearifan lokal,Mendset SMK harus diubah agar setiap lulusan bisa melaksanakan enterpreniur saah satunya guru menerapkan kurikulum kearifan lokal,”tegasnya

Selain itu kata Awalludin Seharusnya siswa SMK itu sehusnya melakukan inovasi dan kreativitas sehingga membantai nilai tambah dari hasil yang digali.

“SMK juga harus diproyeksikan bekerja,melanjutkan dan wirausaha (entrepreneur) (BMW)salah satunya supaya untuk menepis tamatan SMK menganggur,”pungkasnya

Sementara itu Kepala SMK Negeri 6 Palembang Drs H Zulfikri MPd mengatakan bahwa sebagai sekolah kejuruan yangbsiap menerjunkan luluasan yang siap memasuki dunia usaha dan industri  pihak sekolah terus melakukan upaya peningkatan mutu sekolah melalui kualitas SDM guru untuk kemudian menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Dalam menghasillan lulusa berkualitas kata Zulfikri para guru bisa menerapkannya dalam KBM bersama siswa melalui singkronisasi kurikulum ke arah vokasional tersebut.

Ditambahkannya, untuk mengurangi pengangguran bagi lulusan SMK, pihaknya juga berkomitmen mendorong minat dan bakat siswa dalam berwirausaha. Baginya, pembelajaran kewirausahaan siswa SMK sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan karakter positif siswa, seperti kreativitas, kemandirian, dan bekerja keras.

Editor : Fadhil

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More