intens.news
Mitra Informasi

Soal PSBB, Herman Deru: Sanksi Wewenang Penegak Hukum

0 50

Intens.news, PALEMBANG – Meskipun Peraturan Walikota (Perwali) soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah mengatur semua dimensi batasan-batasan yang harus dipatuhi oleh masyarakat, namun untuk syaratnya sudah tertuang di dalam semua lini.

“Jadi untuk masalah sanksi administrasi bagi masyarakat yang melanggar kita serahkan langsung kepada penegak hukum,” ujarnya, Rabu (20/5/2020).

Menurut mantan Bupati OKU Timur ini, meskipun dirinya bersama jajaran Forkompinda Sumsel telah menyetujui rancangan Perwali PSBB Palembang dan Prabumulih pada Selasa malam (19/5/2020), namun untuk pelaksanaannya masih bersifat persuasif.

“Perwali yang kami setujui itu soal PSBB Palembang dan Prabumulih akan dimulai 21 Mei 2020. Tapi untuk pelaksanaannya masih bersifat persuasif, artinya belum ada hukuman,” ungkapnya.

Ia menilai, langkah persuasif yang diambil oleh kedua wilayah akan berlangsung selama lima hari, dari 21 Mei hingga 25 Mei. Setelah itu yakni 26 Mei atau H+2 lebaran, setiap bentuk pelanggaran akan diproses oleh instansi penegak hukum seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan.

Menurutnya, Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel sudah dapat menurunkan anggotanya untuk menindak masyarakat yang telah melanggar hukum. “Artinya H+2 itu sama seperti informasi di awal, kita anggap semua masyarakat sudah paham dan tersosialisasi,” jelasnya.

Deru meminta, kedua wilayah yang melakukan sosialisasi PSBB dapat memaksimalkan aturan yang berlaku. Karena penerapan PSBB ini diberlakukan semata-mata untuk kepentingan bersama.

“Saya harap PSBB ini hanya berlaku untuk satu masa inkubasi, dan diharapkan tidak diperpanjang. Kita juga tidak mau dimensi sosial dan ekonomi terganggu. Kurangi aktivitas pasti, lebih baik berhenti sejenak untuk berlari cepat demi masa depan,” ujarnya.

Ia menyatakan, bahwa seluruh jajaran Forkompinda, seluruh Kepala Daerah di Kabupaten/kota se Sumsel telah sepakat mengikuti anjuran sholat idul Fitri di rumah dan melarang warganya mudik.

“Kesepakatan bersama Forkompinda, MUI, NU, dan Muhamadiyah untuk salat Id di rumah. Kita juga tidak mudik lebaran dulu,” tandasnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More