intens.news
Mitra Informasi

STOP Peredaran Narkoba

0 29

PEREDARAN narkoba semakin luas dan seakan bebas digunakan dan di perdagangkan. Narkotik seperti ganja, sabu-sabu, dan ekstasi tetap menjadi tren di masyarakat. Hampir setiap keramaian dan persedekahan, apalagi dibalut dengan organ tunggal hingga malam hari. Mungkin dapat di pastikan, ada saja yang menggunakan narkoba.

Baru-baru ini, BNN menangkap dan mengamankan puluhan kilogram sabu-sabu dan ekstasi di kawasan perairan Banyuasin. Di duga, kawasan perairan tersebut menjadi jalur khusus yang di gunakan oleh para bandar narkoba.

Sebenarnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa Kota Palembang menjadi transit perdagangan narkotika. Meski hal tersebut selalu saja menjadi asumsi, tetapi jika di perhatikan setiap tangkapan yang dilakukan oleh petugas selalu saja berhubungan dengan transportasi laut. Tidak ada maksud untuk mempersalahkan lembaga hukum dan lembaga pemerintahan yang berhubungan dengan perairan. Tetapi jika di perhatikan lebih lanjut, terlihat sekali bahwa kawasan perairan Sumsel,sangat lemah dan rentan dari masuknya barang-barang yang merusak generasi tersebut.

Kita orang awam akan selalu berasumsi, bahwa telah terjadi “perselingkuhan” antara oknum petugas dengan bandar narkoba. Tetapi hal tersebut hanya sekedar asumsi, karena kenyataannya jalur-jalur yang ditempuh adalah “jalan tikus” yang para petugas sendiri terkadang tidak menyadarinya.

Kawasan Provinsi Sumatera Selatan memang memiliki wilayah yang sangat besar, khususnya perairannya. Katakanlah pelabuhan Tanjung Api-api, meski hingga kini sudah dibangun namun belum beroperasi secara penuh. Kawasan tersebut rencananya akan menjadi pelabuhan internasional yang berisi kapal-kapal besar. Potensi kelautan ini, tentunya memberi manfaat yang sangat luar biasa bagi masyarakat perairan. Jadi, wajar saja jika kesibukan tersebut berpotensi turut di manfaatkan oleh mafia narkotika.

Istilah bandar narkoba lintas provinsi atau lintas negara, merupakan kata yang sering kali di pakai media untuk menyebutkan bagaimana peredaran tersebut berlangsung. Meski bukan tugas jurnalis untuk melacak bagaimana peredaran narkoba berlangsung, setidaknya hal ini menjadi warning bagi para aparat kepolisian bahwa bisnis narkoba sudah pada tingkat yang sangat berbahaya.

Berbagai tangkapan polisi di mana jumlahnya mencapai ratusan kilogram sabu-sabu atau ribuan butir ekstasi, seharusnya menyadarkan kita semua bahwa narkoba benar-benar sudah menjerat kehidupan kita. Masyarakat juga terkadang menganggap bahwa oknum yang menggunakan narkoba adalah hal biasa saja. Sama halnya orang yang punya kebiasaan minum minuman keras atau beralkohol.

Padahal, Pemerintah bukan hanya melarang tetapi menjadikan para pengguna dan penjual, bahkan produsen pembuat narkoba sebagai pelaku kriminalitas. Hukumannya juga tidak tanggung tanggung, bisa sampai seumur hidup. Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, bukan sekedar keras pada pelaku pengguna dan pengedar narkoba, tetapi menjadi ancaman serius bagi mereka.

Kenyataannya, narkoba masih tersebar luas dan mengancam generasi yang mungkin di masa depan adalah calon-calon Bupati, Wali Kota, Gubernur, Menteri, bahkan presiden. Mungkinkah generasi generasi kita akan semakin lemah 20 tahun, lantaran terjerat atau pernah mengkonsumsi narkoba?

Kini saatnya semua masyarakat, pemerintah, dan pribadi-pribadi kita yang bertindak. Mulailah dengan menolak mengkonsumsi, bersikap keras pada anak remaja, dan membina lingkungan rumah kita dari masuknya barang haram tersebut. Wallahu’alam.

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More