intens.news
Mitra Informasi

Sumsel Berduka

0 1

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Percha Leanpuri, salah seorang tokoh politik yang berpengaruh di Provinsi Sumatera Selatan gugur dan meninggalkan duka yang mendalam. Di usia yang masih sangat muda, Sumatera Selatan membutuhkan tokoh-tokoh Tangguh yang dapat membawa Sumsel lebih maju dan perkembang.

Percha Leanpuri Binti Herman Deru meninggal dunia pada usia 35 tahun di RS. Muhammad Husin Palembang pada hari Kamis, 19 Agustus 2021 sekitar pukul 17.45 WIB. Kabar ini sangat mengejutkan, karena anggota DPR RI dari Partai Nasdem ini sebenarnya sedang merasakan kebahagiaan. Karena beberapa hari sebelumnya dikabarkan almarhumah melahirkan anak kembar. Puteri pertama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru ini dimakamkan di TPU Keluarga di Gandus, Kota Palembang, Jumat (20/8/2021).

Meski penyebab meninggalnya almarhumah simpang siur, Namun kemungkinan penyebabnya bukan karena covid-19, atau karena pasca operasi Caesar. Hal itu dibantah oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemprov Sumatera Selatan Septriandi S Permana.

Selama masa hidupnya, Percha Leanpuri dikenal aktif di bidang politik maupun olahraga. Ia dipercaya Fraksi NasDem menjabat menjadi Anggota Komisi XI DPRI dan Badan Anggaran DPR RI. Ia merupakan tokoh masyarakat yang sudah dikenal luas terutama di Sumatera Selatan. Percha merupakan anggota DPD RI termuda periode 2009 – 2014. Di bidang olahraga, sepak terjang wanita tangguh kelahiran Belintang – Oku Timur, 24 Juni 1986 ini terbilang luar biasa. Percha terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Boling Indonesia (PBI) secara aklamasi pada Musyawarah Nasional PBI 2018.

Pada masa kepemimpinan Percha, boling Indonesia mampu unjuk gigih di kancah internasional. Pada SEA Games 2019 di Filipina, tiga medali emas berhasil disabet tim boling Indonesia. Percha juga berhasil membangkitkan kembali gairah boling di Indonesia. Hal ini terbukti lewat kejuaraan dunia boling yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang pada 2019. Ajang tersebut diikuti diikuti 132 atlet dari 78 negara. Dalam ajang tersebut, Indonesia berhasil menempati runner up lewat Ryan Leonard Laisang.

Sungguh, kehidupan dan kematian sangat dekat. Waktu kematian adalah rahasia ilahi, dan kita yang masih diberi waktu harus terus menjalaninya sampai pada batas yang telah di tentukan. Wallahu’alam.(****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More