intens.news
Mitra Informasi

Surat Edaran Menteri Agama, Masih Belum Berlaku Buat Pagar Alam

0 35

Intens.news, PAGARALAM – Guna membantu mengatasi lonjakan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang dibarengi dengan kemunculan beberapa varian baru, Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI),Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran pembatasan sebagai pedoman masyarakat dalam kegiatan di rumah ibadah

Melalui Surat Edaran Nomor SE 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah yang ditandatangani tertanggal 15 Juni 2021 itu, Menag berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di wilayahnya.

Dan Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah zona merah dan oranye sampai dengan kondisi memungkinkan.

Menanggapi edaran ini, Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Pagar Alam Syamsul Bahri Burlian mengatakan bahwa kebijakan akan ditetapkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang berlaku.

“Dan kita saat ini sedang mengkaji dan mengevaluasi sebaran paparan Covid-19 di Kota Pagar Alam,” jelasnya.

Pasalnya, status wilayah saat ini, Pagar Alam berada di Zona oranye dengan total keseluruhan sebanyak 226 orang, Sembuh 199 orang, meninggal dunia 12 orang, dan tersisa 15 orang yang masih dalam proses pemantauan atau isolasi mandiri.

Sementara Kasi Binmas Islan Kankemenag Kota Pagar Alam Sumaji menambahkan, bahwa menanggapi surat edaran Menag RI tersebut, bahwa di Pagar Alam masih ada kelonggaran, karena point penting dalam surat edaran tersebut bagi daerah yang berstatus zona merah.

Sementara untuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti prosesi akad nikah, pihaknya tetap menekankan agar keluarga dari pasangan calon pengantin untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti masker, sarung tangan dan membatasi jumlah peserta yang hadir diruangan akad nikah, begitu juga dengan pelaksanaan akad nikah di rumah tetap dibolehkan.

“Karena petugas bisa/boleh mengajukan keberatan mencatat bila tidak mengikuti yang bersangkutan tidak menerapkan prokes,” imbuhnya.

Artinya, kata Sumaji, kebijakan-kebijakan ini disesuaikan dengan perkembangan Covid-19 di daerah masing-masing, dan tentunya juga akan diputuskan bersama oleh pemerintah daerah atau kota yang juga merupakan Satgas penanganan Covid-19.

“Apalagi saat ini untuk angka pernikahan belum begitu mengalami lonjakan, karena memang masih dalam situasi bulan apit, dan sejak akhir Januari sampai saat ini hanya tercatat sebanyak 323 kejadian nikah yang tercatat di Kakemenag Kota Pagar Alam,” tukasnya

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More