intens.news
Mitra Informasi

Syukuran 2 Tahun Memimpin Banyuasin, Ini Yang Disampaikan Askolani

0 18

Intens.news, BANYUASIN – Bupati Banyuasin Askolani dan Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono menggelar acara syukuran 2 tahun massa kepemimpinannya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Jumat (18/09/2020) malam.

Acara yang mengangkat tema “Kita tingkatkan kedisiplinan adaptasi kebiasaan baru dan aman Covid 19 menuju Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera” tersebut dihadiri  beberapa pemimpin daerah dan kepala Dinas Terkait.

Bupati Banyuasin Askolani dalam sambutan memaparkan beberapa pencapaian yang telah dilakukan dalam periode tahun 2018 – 2023, dengan membawa visi dan misi Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera, dimana hal ini yang menjadi patokan dan tujuan dari seluruh rangkaian proses pembangunan.

Berikut 7 program prioritas Kabupaten Banyuasin tahun 2018 – 2023 :

  1. Banyuasin Cerdas

Memberikan secara gratis kebutuhan peralatan sekolah, baik SD maupun SMP.
Menjalin kerjasama dengan sejumlah Universitas, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, seperti dengan Universitas Uniten Malaysia dan Politeknik Negeri Sriwijaya Banyuasin.

Melakukan pembangunan dan rehab ruang kelas dan sarana pendukung lainnya dengan menggunakan dana DAK di Tahun 2020 sebanyak 29 sekolah SD dan 28 sekolah SMP, sedangkan dengan menggunakan dana APBN  di Tahun 2020 sebanyak 5 sekolah SD.

  1. Banyuasin Sehat
    Capaian kinerja bidang kesehatan tercermin dari indikator Usia Harapan Hidup yang terus meningkat dari 68,55 tahun pada tahun 2018 menjadi 68,76 tahun pada tahun 2019, melalui :

Peningkatan pelayanan kesehatan, berupa layanan berobat secara gratis menggunakan E-KTP di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Banyuasin, Program dokter masuk desa, Posyandu multifungsi, dengan jumlah sampai dengan saat ini 34 posyandu dari 93 posyandu di Kabupaten Banyuasin. Sistem ruang operasi dengan standar sterilisasi sesuai persyaratan Kementerian Kesehatan RI, yaitu Sistem Integrasi Ruangan Operasi (SIRO) di RSUD Banyuasin.

  1. Banyuasin Prima

Tahun 2019 dari 9.840 UKM, telah disalurkan 7.877 bantuan KUR, pada tahun 2020 ada pertumbuhan sebanyak 2.169 UKM dan telah disalurkan 111 UKM untuk bantuan KUR. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan meningkatkan beberapa sektor lainnya, antara lain : Sektor perdagangan, industri, salah satunya di Kawasan Gasing dan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api. Tidak kalah pentingnya pengembangan sektor Pariwisata Sembilang yang ada di Sungsang Kecamatan Banyuasin II.

  1. Infrastruktur Bagus

Pada prioritas ini telah dilakukan Pembangunan 7 (tujuh) jalan poros yang tersebar di 10 (sepuluh) kecamatan yang sampai dengan saat ini masih dalam proses pembangunan.

Pada hari Rabu kemarin telah diluncurkan 719 Unit Rumah Layak Huni untuk Tahun 2020 melalui Program Bantuan Rumah kepada Masyarakat (Program Pro-Rakyat).
Berdasarkan data DTKS di Kabupaten Banyuasin terdapat 43.962 Rumah Tidak Layak Huni dan yang telah di perbaiki sebanyak 3.824 rumah, sehingga sisa sampai saat ini sebanyak 40.138 rumah yang akan menjadi fokus pembangunan ke depan.

Selain daripada itu, melalui dana DAK dan APBD Kabupaten Banyuasin telah dibangun sebanyak 50 dermaga di wilayah perairan Kabupaten Banyuasin, bantuan kendaraan operasional untuk Bumdes sebanyak 17 unit dan bantuan Speed boat untuk Pemerintah Desa sebanyak 22 unit.

  1. Banyuasin Religius

Gerakan sholat dhuha berjama’ah, magrib mengaji, Banyuasin sedekah;
Memberikan beasiswa kepada ustadz dan ustadzah yang bekerjasama dengan pemerintah Yordania.

Pembinaan Hafidz Qur’an di 21 kecamatan;
Program umroh dan haji untuk Tahun 2019, Haji sebanyak 185 jamaah dan Umroh sebanyak 140 jamaah bagi tokoh agama, tokoh masyarakat, imam masjid, pengurus masjid, marbot dan majelis ta’lim serta peningkatan Zakat dan Infaq melalui BAZNAS dengan sasaran masyarakat dan ASN dalam pemkab Banyuasin yang sampai dengan tahun 2019 telah mencapai 30 persen.

  1. Petani Bangkit

Sektor Pertanian Padi, program Petani Bangkit, Kabupaten Banyuasin menduduki posisi ke-4 (empat) nasional sebagai daerah produksi beras tertinggi yang ditetapkan Kementerian Pertanian RI. Kabupaten Banyuasin menjadi satu-satunya Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk sepuluh besar daerah penghasil beras terbesar di Indonesia, sekaligus satu-satunya di Pulau Sumatera, dengan produksi padi pada tahun 2019 sebesar 905.846 ton GKG.

Sedangkan untuk hasil sementara sampai dengan Bulan Agustus 2020, produksi padi di Kabupaten Banyuasin telah mencapai 1.073.745 ton GKG.
Harapan kita semua, semoga Kabupaten Banyuasin bisa menjadi penghasil beras Nomor 1 di Indonesia.

  1. Sistem Pemerintahan Terbuka

Memperoleh Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Tahun 2019 dari BPK RI sebanyak 9 (sembilan) kali berturut-turut, Penilaian terhadap Laporan Akuntabilitas Kinerja dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI dengan predikat B.

Pencapaian kinerja pada indikator Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 83,31 persen. Melakukan pengelolaan arsip dengan baik sehingga mendapatkan juara 1 Tingkat Daerah Se Sumsel, dan Juara 4 Pengelolaan Arsip Tingkat Nasional.

Membuka Pelayanan Terpadu untuk masyarakat yang ada di OPI Mall Jakabaring. Melaksanakan publikasi realisasi anggaran melalui aplikasi e-Monev,
Melaksanakan pemasangan internet di 21 Kecamatan.

Askolani mengatakan, dalam waktu lebih 2 (dua) tahun berjalan, tentunya masih terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan. Oleh sebab itu, dirinya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan.

“Harapan saya kepada seluruh Perangkat Daerah, Camat, Lurah/ Kades maupun seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung program pembangunan untuk menuju Kabupaten Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera dapat terwujud,”tandasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More