intens.news
Mitra Informasi

Tahun 2020, Trafik Kapal di Pelabuhan Palembang Menurun 

0 8

Intens.news, PALEMBANG – General Manager IPC Palembang, Silo Santoso mengatakan, dalam 7 bulan pertama tahun 2020 trafik kapal di pelabuhan berdasarkan data PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Palembang (Persero) atau IPC Palembang untuk jenis pelayaran secara unit mayoritas mengalami penurunan.

“Mulai dari pelayaran luar negeri, pelayaran rakyat dan pelayaran kapal negara atau tamu mengalami penurunan, hanya pelayaran dalam negeri yang mengalami kenaikan,” katanya, Selasa (15/9/2020).

Silo memaparkan, dalam 7 bulan pertama Januari hingga Juli 2019 kemarin, total ada 446 unit untuk luar negeri, 2.060 unit untuk dalam negeri, 120 unit, untuk pelayaran rakyat dan sebanyak 28 unit untuk pelayanan kapal negara atau tamu.

“Secara total, sepanjang 2019 lalu, untuk pelayanan luar negeri sebanyak 393 unit, untuk pelayanan dalam negeri sebanyak 2.342 unit, untuk pelayanan rakyat sebanyak 106 unit serta untuk pelayanan kapal negara atau tamu sebanyak hanya 11 unit,” paparnya.

Sedangkan untuk trafik kapal di tahun 2020 dari Januari hingga Juli, dirinya mengakui mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama di 2019. Seperti, untuk pelayaran luar negeri sebanyak 393 unit kapal, lalu untuk pelayaran dalam negeri sebanyak 2.342 unit kapal, untuk pelayaran rakyat sebanyak 106 unit kapal dan hanya 11 unit saja untuk pelayaran kapal negara atau tamu yang melintas.

“Mayoritas penurunan ini ada kaitannya terjadi pandemi Corona virus disease atau Covid 19. Lock down di negara mitra (ekspor,read) turut memberi andil menurunnya trafik pelayaran ke luar daerah,”ungkapnya. Lalu, untuk aktivitas peti kemas, sepanjang 2019 lalu, dari Januari hingga Juli ada sebanyak 68.477 box dengan 76.983 teus. Bandingkan, periode sama di 2020 dengan 59.773 box dan 65.208 teus,” jelasnya.

Silo Santoso, mengatakan terdapat kenaikan sebesar 30 persen di triwulan I dibandingkan tahun lalu. Sedangkan di Triwulan II mengalami penurunan di bulan mei sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.

“Nah untuk Juni dan sampai dengan Agustus ini kita naik 20 persen, tapi memang terdapat penurunan untuk cargo Petikemas dan Bag Cargo . Namun secara menyeluruh kinerja tahun ini relative sama dan lebih baik dari tahun kemarin,” kata Silo.

Selain itu, Silo mengungkapkan,  beberapa rencana pengembangan pelabuhan di Terminal Sungai Lais dan tentunyan sesuai RIP Palembang. “Saat ini dalam proses penetapan di Kementerian Perhubungan,” imbuhnya.

Dikatakan latar belakang pengembangan ini, tak lain, mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan dengan memperlancar arus logistic barang terutama bongkar muat di pelabuhan Terminal Boom Baru saat ini cukup sulit untuk dilakukan pengembangan dikarenakan berbatasan dengan lingkungan padat penduduk.

“Alternatif yang masih berpotensi dan lebih mudah untuk dikembangkan adalah terminal Pelabuhan Sungai Lais di Kecamatan Kalidoni,” terangnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More